Dari Surat ke Panggung, “Tembang Alit Kartini” Hidupkan Nilai Perempuan Lintas Zaman
- 20 Apr 2026 11:51 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Tembang Alit Kartini’ menjadi ruang refleksi Hari Kartini 2026 yang menghidupkan kembali nilai perjuangan perempuan melalui seni, sekaligus menegaskan relevansinya dalam kontribusi perempuan masa kini
RRI.CO.ID, Jakarta: Peringatan Hari Kartini 2026 diwarnai dengan pertunjukan dramatik musikal bertajuk “Tembang Alit Kartini” yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Minggu 19 April 2026 pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, serta tribut satu abad bagi sosok perempuan inspiratif Rahmi Hatta.
Pertunjukan ini menghadirkan kembali surat-surat Kartini dalam balutan seni pertunjukan yang menggabungkan narasi, musik, dan tari. Melalui pembacaan surat yang terbagi dalam beberapa babak, penonton diajak menyelami perjalanan batin Kartini—mulai dari masa pingitan hingga gagasannya tentang pendidikan dan peran perempuan di tengah masyarakat.
Suasana pertunjukan berlangsung khidmat dan penuh penghayatan, dengan antusiasme para undangan yang memenuhi auditorium. Perwakilan Radio Republik Indonesia (RRI) turut hadir dan menyaksikan langsung jalannya pertunjukan sebagai bagian dari peliputan kegiatan yang mengangkat nilai-nilai perempuan dan kebudayaan.
Tak hanya menjadi pertunjukan seni, “Tembang Alit Kartini” juga menjadi panggung kolaborasi berbagai tokoh perempuan dari lintas bidang. Sejumlah figur nasional seperti Asha Smara Darra, Ayu Heni Rosan, Halida Nuriah Hatta, hingga Hetty Andika Perkasa turut terlibat dalam pembacaan surat Kartini. Kehadiran mereka mempertegas bahwa semangat Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia masa kini.
Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan pemberian Penghargaan MURI Kartini 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan-perempuan Indonesia yang berprestasi dan memberi kontribusi nyata di berbagai sektor. Penghargaan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa perjuangan Kartini terus berlanjut melalui karya dan dedikasi perempuan masa kini.
Secara konseptual, pertunjukan ini diproduseri oleh Aylawati Sarwono sebagai Produser Eksekutif, dengan arahan artistik dari sutradara Wawan Sofwan dan komposisi musik oleh Jaya Suprana. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman artistik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna dan refleksi sosial.
“Melalui ‘Tembang Alit Kartini’, kami ingin menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan Kartini dalam bentuk yang lebih dekat dengan generasi masa kini. Tidak hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa semangat Kartini tetap relevan dan terus hidup dalam peran perempuan Indonesia hari ini,” ujar Aylawati Sarwono selaku Produser Eksekutif.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Jaya Suprana School of Performing Arts (JSPA), Laskar Indonesia Pusaka, serta Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yang bersama-sama menghadirkan sebuah ruang apresiasi bagi perempuan Indonesia.
Melalui “Tembang Alit Kartini”, peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk meneguhkan kembali peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Semangat Kartini pun diharapkan terus hidup, berkembang, dan relevan di tengah dinamika zaman, terutama dalam mendorong perempuan untuk terus berkarya dan memberi dampak nyata di ruang publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....