Tri Waluyo Soroti Tumpukan Sampah Hutan Kota Penjaringan

  • 17 Apr 2026 19:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta komisi C Tri Waluyo mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terkait viral nya video tumpukan sampah di lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Lahan yang seharusnya diperuntukkan bagi penghijauan dan aktivitas warga tersebut justru disalahgunakan menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Dalam keterangannya, Tri Waluyo menyebut situasi ini sangat memprihatinkan, mengingat lokasi tersebut berada di dekat Hutan Kota Penjaringan yang sering digunakan masyarakat untuk berolahraga.

"Kita sangat miris melihat lahan Pemprov yang diperuntukkan untuk penghijauan ternyata digunakan oleh oknum-oknum untuk menampung sampah rumah tangga. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena bisa menjadi sumber penyakit bagi masyarakat, baik dari bau maupun kuman yang dihasilkan," ujar Tri Waluyo kepada RRI Jakarta, Jum'at 17 April 2026.

Ia menambahkan bahwa aktivitas pembuangan sampah ini sangat kontras dengan fungsi asli lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Tri Waluyo mendesak agar Pemprov DKI segera melakukan langkah nyata untuk menertibkan lokasi tersebut dan memindahkan sampah ke tempat pembuangan yang semestinya, seperti Bantar Gebang atau TPS resmi lainnya.

"Pemerintah harus tegas. Siapapun oknumnya yang sudah mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, pemerintah harus hadir untuk menertibkan. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap tumpukan sampah yang begitu banyak ini," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Tri Waluyo berencana untuk segera melakukan koordinasi dan memanggil pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

"Saya akan follow up dan tanyakan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup, mengapa sampah bisa menumpuk sebanyak itu di lahan penghijauan milik Pemprov. Kami akan konfirmasi sejauh mana langkah dan tindak lanjut yang telah diambil hingga saat ini," tutup Tri Waluyo.

Kondisi tumpukan sampah yang kini viral di media sosial tersebut diharapkan dapat segera ditangani agar fungsi lahan dapat kembali normal dan tidak mengganggu kualitas udara serta kesehatan warga di sekitar Penjaringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....