Bau Menyengat Selokan, Jadi ‘Menu’ Harian Jalan Ancol

  • 03 Apr 2026 19:50 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA– Bagi sebagian orang, kawasan Ancol identik dengan hembusan angin laut yang menyegarkan. Namun bagi Indos (38), seorang pekerja lapangan yang setiap hari melintasi Jalan Ancol, realitanya jauh dari kesan tersebut. Selain harus bergelut dengan debu dan kemacetan, ia harus rela “berakrab-akrab” dengan aroma tak sedap yang menusuk hidung.

Terkait bau menyengat yang dikeluhkan warga hingga pengendara, Humas DLH Jakarta Yogi Ichwan angkat bicara. Saat RRI Jakarta meminta keterangan, pihaknya membenarkan selokan di seputar Ancol tercemar limbah, hal ini berdasarkan verifikasi lapangan oleh Sudin LH Jakarta Utara yang terdiri dari seksi PPH, seksi PPKL dan Satpel LH Kecamatan Pademangan, bau tersebut timbul ketika kondisi siang hari tetapi tidak secara terus menerus.

"Dan hasil verifikasi lapangan diketahui kondisi muka air saluran penghubung dan saluran drainase berada dibawah normal dan cenderung tidak mengalir yang mengakibatkan lumpur yang berada di dasar saluran muncul ke atas permukaan yang mengandung amonia sehingga tercium bau, " ujar Yogi.

Yogi menjelaskan DLH telah melakukan pengambilan sampel pada 3 lokasi yaitu Saluran drainase Ancol Barat, Saluran penghubung Jalan Karang Bolong bagian Hulu dan Saluran penghubung jalan Karang Bolong Raya bagian Hilir.

"Diketahui sumber pencemar dominan dilokasi dimaksud berasal dari air limbah domestik baik yang berasal dari pemukiman warga dan sebagian aktivitas karyawan dan perusahaan, " kata Yogi.

Menurut pengendara yang sempat diwawancarai RRI Jakarta aroma yang berasal dari selokan di sepanjang jalan tersebut memang tak menentu waktunya. Namun, bagi pengguna jalan yang melintas, baunya bisa terasa sangat menyengat, terutama saat melewati area dekat Kali Besar.

“Terkadang baunya menyengat banget, apalagi di dekat Kali Besar itu. Kayak bau limbah atau kotoran manusia,” ujar Indos saat ditemui di sela aktivitasnya. Rabu 1 April 2026.

Indos, yang sudah terbiasa dengan kerasnya jalanan Jakarta, mengaku aroma tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Sebagai pekerja lapangan, ia merasa daya tahannya terhadap lingkungan sekitar sudah cukup tinggi. Baginya, ada hal lain yang jauh lebih mengganggu ketimbang sekadar bau tidak sedap.

“Kalau ditanya terganggu atau enggak, sebenarnya saya lebih terganggu sama jalan rusak atau macet. Kalau soal aroma, karena sering di lapangan, ya sudah biasa,” tambahnya sambil tersenyum tipis.

Meski mengaku sudah terbiasa, Indos tetap menaruh harapan besar agar kondisi lingkungan di kawasan tersebut bisa dibenahi. Baginya, bau yang menguap dari selokan bukan hanya soal kenyamanan pengguna jalan yang hanya lewat sekilas, melainkan soal kesehatan warga yang tinggal menetap di sekitar pemukiman tersebut.

“Harapannya ya bisa dibersihkan selokannya, supaya enggak bau lagi. Kasihan juga warga yang tinggal di dekat sini kalau setiap hari harus cium bau seperti itu,” ungkapnya menutup pembicaraan.

Kisah Indos adalah potret kecil dari ribuan pengguna jalan di Jakarta Utara yang harus berkompromi dengan polusi, baik udara maupun aroma. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, masalah dasar seperti kebersihan selokan dan pengelolaan limbah cair masih menjadi pekerjaan rumah yang menanti untuk dituntaskan, demi Jakarta yang lebih nyaman untuk dihirup udaranya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....