Adab Berpakaian saat Sholat

  • 03 Apr 2026 13:21 WIB
  •  Jakarta

RRI>CO>ID, Jakarta - Dalam pandangan para ulama, shalat bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan perjumpaan seorang hamba dengan Rabb-nya. Karena itu, segala hal yang menyertainya, termasuk pakaian, memiliki nilai adab yang tinggi. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menegaskan bahwa mengenakan pakaian terbaik saat shalat merupakan bentuk pengagungan kepada Allah Ta’ala.

Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

"Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A’raf: 31).

Ayat ini menjadi landasan utama bahwa berpakaian rapi, bersih, dan pantas adalah bagian dari tuntunan syariat saat hendak melaksanakan shalat.

Para ulama salaf dari kalangan jumhur—yang mencakup mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali—sepakat bahwa menutup aurat adalah syarat sah shalat. Namun lebih dari itu, mereka juga menganjurkan berhias dengan pakaian terbaik selama tidak berlebihan. Imam Asy-Syafi’i رحمه الله menyatakan bahwa berhias untuk shalat adalah bentuk memuliakan ibadah, selama tidak sampai pada sikap riya’ atau kesombongan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَلْبَسْ ثَوْبَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ أَحَقُّ أَنْ يُتَزَيَّنَ لَهُ

"Jika salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia memakai dua pakaiannya, karena Allah lebih berhak untuk dihiasi (dihadapi dengan penampilan terbaik)." (HR. Al-Baihaqi, hasan menurut sebagian ulama).

Hadits ini menguatkan bahwa berhias saat shalat bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari adab kepada Allah.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa berhias dalam shalat memiliki dua dimensi: lahir dan batin. Secara lahir adalah dengan pakaian yang bersih dan baik, sementara secara batin adalah dengan menghadirkan kekhusyukan dan keikhlasan. Keduanya saling melengkapi, sehingga ibadah menjadi lebih sempurna.

Meski demikian, Islam tetap menekankan keseimbangan. Berpakaian terbaik tidak berarti harus mahal atau mewah, tetapi cukup yang bersih, rapi, dan menutup aurat dengan baik. Sikap berlebihan justru bertentangan dengan prinsip kesederhanaan yang diajarkan dalam agama.

Dengan memahami hal ini, seorang Muslim diharapkan tidak meremehkan penampilan saat shalat. Sebab, di hadapan manusia saja kita berusaha tampil baik, apalagi di hadapan Allah Rabbul ‘Alamin. Maka, berpakaian terbaik saat shalat sejatinya adalah cermin penghormatan seorang hamba kepada Tuhannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....