Dzikir Mengungguli Amal Kaum Kaya

  • 27 Mar 2026 05:29 WIB
  •  Jakarta

Dalam kehidupan, tidak semua orang memiliki kelapangan harta untuk bersedekah atau memerdekakan budak sebagaimana dilakukan oleh kaum kaya di masa Rasulullah ﷺ. Namun, Islam adalah agama yang adil dan penuh rahmat. Setiap hamba diberikan peluang yang sama untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah, bukan semata melalui harta, tetapi melalui amal yang konsisten dan penuh keikhlasan.

Dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, diceritakan bahwa para sahabat fakir datang mengadu kepada Rasulullah ﷺ. Mereka berkata bahwa orang-orang kaya telah memperoleh derajat tinggi karena mampu bersedekah dan melakukan banyak amal dengan harta mereka. Rasulullah ﷺ pun memberikan solusi yang sangat agung dan mudah diamalkan oleh siapa pun.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"أَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ، وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ، وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ؟"

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dengannya kalian dapat menyusul orang-orang yang mendahului kalian, dan mendahului orang-orang setelah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali yang mengamalkan seperti yang kalian amalkan?” (HR. Bukhari no. 843, Muslim no. 595).

Beliau ﷺ kemudian bersabda:

"تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ"

“Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap selesai shalat, masing-masing sebanyak 33 kali.”

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan zikir yang ringan di lisan namun berat di timbangan. Jumhur ulama dari kalangan salaf seperti Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa amalan ini merupakan bentuk karunia Allah bagi kaum yang tidak memiliki kelebihan harta, agar mereka tetap mampu meraih keutamaan yang sama dengan kaum kaya dalam hal pahala.

Ibnu Hajar Al-Asqalani رحمه الله juga menegaskan dalam Fathul Bari bahwa hadis ini menjadi dalil bahwa amal lisan, jika dilakukan dengan istiqamah dan keikhlasan, dapat menyamai bahkan melampaui amal harta dalam kondisi tertentu. Hal ini sekaligus menunjukkan keluasan rahmat Allah yang tidak membatasi pahala hanya pada satu jenis amal saja.

Maka, jangan pernah merasa tertinggal dalam kebaikan hanya karena keterbatasan duniawi. Zikir yang sederhana, jika diamalkan dengan penuh kesungguhan, dapat menjadi jalan mengejar bahkan melampaui orang-orang yang memiliki kelebihan harta. Inilah bukti bahwa dalam Islam, kemuliaan sejati bukan terletak pada apa yang dimiliki, tetapi pada apa yang diamalkan dengan hati yang tulus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....