Warga Rorotan Soroti Data Kualitas Udara Tertinggal 24 Jam

  • 16 Mar 2026 10:29 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Keandalan fasilitas penyedia informasi publik kembali menjadi sorotan. Sebuah video rekaman warga menunjukkan layar penampil atau display Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang berlokasi di depan Taman Roci Rorotan Cilincing kedapatan tidak menyajikan data secara real-time atau waktu nyata.

Dalam video tersebut, perekam menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara waktu aktual dengan waktu yang tertera pada layar LED SPKU. Meskipun perekaman dilakukan pada tanggal 14 Maret, layar publik tersebut tampak membeku dan masih menampilkan data tertanggal 13 Maret pukul 17:10 waktu setempat.

"Saat ini kita berada di SPKU depan Taman Roci. Kita lihat saat ini tanggal 14 Maret, akan tetapi display di screen-nya adalah 13 Maret jam 5 lewat 10 sore," ujar perekam dalam video tersebut sambil mengarahkan kameranya ke arah papan informasi.

Selain menyoroti tanggal yang belum diperbarui, warga tersebut juga mendokumentasikan hasil pembacaan parameter kualitas udara yang tertera pada alat.

Pada layar luar yang tidak update tersebut, parameter hidrokarbon/metana (CH4) menunjukkan angka 0 ppm, Hidrogen Sulfida (H2S) di angka 0 ppm, dan Amonia (NH3) di angka 0,001 ppm.

Menariknya, warga tersebut juga melakukan pengecekan pada monitor sistem yang berada di bagian dalam panel SPKU. Berbeda dengan layar luar yang bermasalah, alat pengukur di dalam tampaknya masih bekerja membaca data. Pada layar monitor bagian dalam, indikator untuk parameter gas CH4 terukur di angka 0,041 ppm dan 0,040 ppm.

Meskipun secara keseluruhan angka-angka polutan udara (seperti H2S dan NH3) yang ditampilkan menunjukkan kadar yang sangat rendah dan masih dalam batas aman, insiden ini menimbulkan tanda tanya terkait pemeliharaan fasilitas informasi publik.

Masyarakat sangat bergantung pada papan SPKU untuk mengetahui tingkat polusi udara secara real-time, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan seperti di area taman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun Dinas Lingkungan Hidup setempat mengenai penyebab lambatnya pembaruan (delay) pada layar informasi SPKU Taman Roci tersebut.

Warga berharap agar fasilitas publik seperti ini bisa segera diperbaiki dan dirawat secara rutin agar fungsinya sebagai sistem peringatan dini dan informasi lingkungan dapat berjalan optimal

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....