Sekjen PSI Hadiri Peringatan Hari Jadi Nahdlatul Wathan ke 73

  • 08 Mar 2026 12:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menghadiri peringatan Hari Jadi ke-73 Nahdlatul Wathan, di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Lombok Timur. Dalam kesempatan itu, Raja Juli menegaskan amanah Presiden Prabowo Subianto, yang ia jalankan sebagai Menteri Kehutanan, bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan, untuk menjaga alam.

“Saya sebagai santri menjalankan amanah sebagai Menteri Kehutanan, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentu tidak hanya menjalankan persoalan-persoalan kehutanan ini, berkaitan dengan urusan duniawi saja,” ujar Raja Antoni, di Majelis Dakwah Hamzanwadi II, Sabtu, 7 Maret 2026.

Alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat itu menjelaskan, salah satu tugas yang diamanahkan kepadanya, adalah memperbaiki tata kelola kehutanan. Salah satunya melalui program prioritas Prabowo, yakni perhutanan sosial.

“Pak Prabowo Subianto memerintahkan kepada saya, untuk memperbaiki tata kelola kehutanan kita. Termasuk di antaranya barusan saya menyerahkan sertifikat, atau SK Perhutanan Sosial, kepada kelompok tani di Lombok Timur ini, untuk meningkatkan para petani hutan kita,” ujar Raja Antoni.

Namun menurutnya, di balik tugas-tugas pemerintahan tersebut, ada tanggung jawab yang lebih besar sebagai seorang santri. Ia meyakini, amanah yang diterimanya merupakan kehendak Allah, yang disampaikan melalui kepemimpinan Presiden.

Sebab, Raja Antoni mengatakan, Allah menciptakan bumi beserta ekosistemnya, dengan keseimbangan yang harus dijaga manusia. Karena itu, merusak alam dan hutan, merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Jauh dari persoalan duniawi tersebut, saya meyakini sebagai santri, bahwa amanah yang diberikan oleh Allah melalui tangan Pak Presiden Prabowo, ini juga terkait dengan urusan agama kita. Dulu sekali saya diajarkan kyai saya di pesantren, bahwa Allah menciptakan bumi kita ini, dengan segala ekosistemnya. Oleh karena itu, Allah melarang kita merusak keseimbangan alam kita, merusak hutan kita,” katanya.

Ia pun menegaskan, setiap kebijakan yang diambil di Kementerian Kehutanan, harus memastikan tidak berkontribusi terhadap kerusakan alam. Raja Juli berharap kebijakan yang lahir, justru mampu menjaga hutan dan alam Indonesia.

Rekomendasi Berita