Ribuan Makam TPU Semper Berubah Jadi Kolam Raksasa

  • 03 Mar 2026 15:02 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Kondisi Taman Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, kian memprihatinkan. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sepanjang Januari membuat ribuan makam di lokasi tersebut terendam banjir hingga setinggi satu meter selama dua pekan terakhir.

Sukino (47), salah satu petugas perawatan makam di TPU Semper, mengungkapkan bahwa banjir kali ini cukup parah dan sulit surut. Meskipun sempat dikeringkan, air kembali naik begitu hujan turun.

"Kalau dirasain sih sudah dua minggu terendam begini. Sempat kering, tapi hujan lagi ya begini lagi," ujar Sukino saat ditemui RRI Jakarta.

9.000 Makam TerdampakBerdasarkan data di lapangan, area yang terdampak banjir meliputi Blad 41 hingga 49 untuk unit Islam, serta sebagian area unit Kristen. Namun, kondisi terparah berada di dataran yang lebih rendah, yakni area Blad 50 hingga 60.

Sukino memperkirakan total makam yang terendam mencapai angka yang fantastis. "Kalau dihitung total dari blad yang terendam, perkiraan ada sekitar 9.000 petak makam yang terdampak," jelasnya.

Ketinggian air bervariasi, namun di titik terendah (Blad 50-60), ketinggian air bisa mencapai 1 meter karena posisi tanah yang jauh di bawah permukaan jalan.

Selain faktor cuaca, Sukino menjelaskan bahwa posisi geografis TPU Semper yang menyerupai cekungan menjadi penyebab utama air sulit keluar.

Area pemakaman kini dikelilingi oleh depo-depo kontainer yang memiliki struktur tanah lebih tinggi.

"Depo-depo di kanan kiri itu tanahnya lebih tinggi. Sementara makam ini posisinya di bawah, beda tinggi sama jalan saja bisa satu meteran. Jadi air dari depo tumpah ke sini semua," ungkapnya.

Hingga saat ini, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus berupaya melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa (alkon). Air dibuang ke saluran baru yang dibuat oleh Dinas Pertamanan menuju Kali Gendong.

"Dinas Pertamanan sudah membuat saluran air baru sepanjang kurang lebih 20 blad ke arah timur. SDA juga membantu penyedotan. Tapi karena curah hujan tinggi, hasilnya belum maksimal," kata Sukino.

Sukino berharap pemerintah segera merealisasikan rencana peninggian lahan (urug tanah) yang sudah lama diusulkan namun belum terlaksana. Menurutnya, penyedotan air hanyalah solusi sementara.

"Harapannya tanah makam ini diurug (ditinggikan). Usulan sudah disampaikan ke dinas terkait dan sudah disosialisasikan ke masyarakat, tapi sampai sekarang belum terealisasi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....