Matakin: Imlek Tahun Ini Bisa Terwujud Ditjen Bimas Konghucu
- 22 Feb 2026 19:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) menggelar perayaan nasional tahun baru Imlek 2577 Kongzii di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
Kegiatan bertema "Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan" turut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie dan para tokoh umat Konghucu.
Kehadiran jajaran pimpinan negara dipandang bukan sekedar formalitas seremonial, tetapi afirmasi kehadiran negara yang mengayomi seluruh warganya tanpa terkecuali. Momentum perayaan ini menjadi penegasan terbukanya ruang berekspresi bagi umat Konghucu dan etnis Tionghoa dalam bingkai kedaulatan Indonesia.
Ketua Umum Matakin, Xue Shi (Xs) Budi Santoso Tanuwibowo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas komitmen nyata dalam menjamin dan memfasilitasi hak-hak sipil umat Konghucu di Indonesia.
Kolaborasi erat dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam penyelenggaraan Imlek Nasional tahun ini sebagai bukti bahwa umat Konghucu ditempatkan sejajar dengan elemen bangsa lainnya. Dalam perayaan Imlek ini Ia menyampaikan harapan umat agar negara secara membentuk Direktorat Jendral (Ditjen) Bimas Konghucu dibawah naungan Kementerian Agama demi optimalisasi pelayanan dan pembinaan umat secara kelembagaan.
"Kami berharap melalui Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani usulan ini bisa di akomodasi sehingga dapat terealisasi," ujar Budi Santoso dalam sambutannya.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam sambutannya secara terbuka menyatakan dukungan politik dan moral atas aspirasi itu. Ia mendorong agar struktur pemerintahan ke depan semakin akomodatif terhadap kebutuhan administratif dan pembinaan spiritual umat Khonghucu melalui Ditjen khusus.
“Tidak boleh ada satu pun warga yang merasa terasing di Republik Indonesia. Saya berharap Bapak Menteri Agama dapat segera mewujudkan pembentukan Ditjen Khonghucu sebagai wujud kehadiran negara yang paripurna,” kata Muzani.

Menteri Agama Nasaruddin Umar merespons dinamika panggung itu dengan senyum hangat, mencerminkan keterbukaan dan sikap kebapakan. Ia mengapresiasi Matakin sebagai wadah tunggal yang selama ini menaungi umat Khonghucu dengan damai serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Eksistensi umat Khonghucu dan etnis Tionghoa bukanlah kebetulan sejarah. Kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian adalah anugerah yang menyempurnakan mozaik keberagaman Indonesia. Kementerian Agama akan selalu menjadi rumah besar yang nyaman bagi seluruh mozaik indah tersebut,” ucap Menag menyejukkan.

Rangkaian peristiwa ini menegaskan posisi strategis Kementerian Agama sebagai episentrum kerukunan nasional. Aspirasi pembentukan Ditjen Khonghucu yang mengemuka di panggung Imlek Nasional bukan sekadar wacana administratif, melainkan cermin sehatnya dialog antara umat beragama dan negara—dalam iklim demokrasi yang inklusif, bermartabat, dan berkeadaban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....