Life in Sync Wellness Warnai Industri Kecantikan
- 13 Feb 2026 19:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Life in Sync Wellness warnai industri kecantikan dalam gelaran Cosmax Indonesia Innovation Conference 2026 yang digelar di RA Suites Simatupang, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Forum tahunan ini bukan sekadar ajang peluncuran tren, melainkan ruang membaca arah baru industri yang makin menautkan kecantikan dengan kesehatan menyeluruh.
Dalam konferensi tersebut, Presiden Direktur Cosmax Indonesia, Cheong Min-Kyoung, menegaskan bahwa pola pertumbuhan industri kini telah berubah. “Pertumbuhan industri tidak lagi cukup bertumpu pada tren semata, tetapi harus didorong oleh pendekatan berbasis data, pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen, serta inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan itu menandai pergeseran strategi industri kecantikan yang selama ini identik dengan siklus tren cepat. Di tengah konsumen yang semakin kritis dan sadar kesehatan, pendekatan berbasis riset dan data dinilai menjadi fondasi agar brand tetap relevan.
Dari sisi regulasi, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, mengingatkan pentingnya kepatuhan standar keamanan dan klaim produk. “Peran regulator krusial dalam menjaga keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan konsumen, seiring pertumbuhan industri kecantikan nasional yang terus menunjukkan tren positif,” katanya.
Mengusung konsep “Life in Sync with Wellness”, Cosmax Indonesia memperkenalkan pendekatan kecantikan yang menyelaraskan kesehatan mental dan performa kulit di setiap tahap usia. Artinya, rutinitas perawatan tak lagi sekadar mengejar tampilan instan, tetapi juga keseimbangan jangka panjang.
Tim Strategic Marketing Cosmax memetakan dua arus besar tren global dan regional. Pertama, Vital Roots & Prime Preservation yang berfokus pada pencegahan dan perlindungan jangka panjang. Kedua, Ageless State & Active Longevity yang mengedepankan active aging melalui inovasi bahan aktif dan teknologi formulasi mutakhir.
Konferensi juga menghadirkan kolaborasi strategis, mulai dari paparan proyeksi industri oleh NIQ (NielsenIQ), inovasi bioteknologi dari Cosmax BIO, strategi e-commerce dari Bizhive, hingga pembaruan desain kemasan oleh Juahn. Seluruhnya menegaskan bahwa daya saing produk kini dibangun dari hulu ke hilir—dari data, formula, regulasi, hingga diferensiasi visual.
Melalui forum ini, Cosmax Indonesia ingin menegaskan peran barunya: bukan sekadar manufaktur, tetapi mitra inovasi strategis bagi brand kecantikan nasional. Di tengah kompetisi yang makin ketat, pendekatan berbasis wellness dan keberlanjutan dinilai menjadi kunci agar industri kecantikan Indonesia mampu tumbuh sekaligus bersaing di panggung global.
Innovation Conference 2026 yang digelar di RA Suites Simatupang, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Forum tahunan ini bukan sekadar ajang peluncuran tren, melainkan ruang membaca arah baru industri yang makin menautkan kecantikan dengan kesehatan menyeluruh.
Dalam konferensi tersebut, Presiden Direktur Cosmax Indonesia, Cheong Min-Kyoung, menegaskan bahwa pola pertumbuhan industri kini telah berubah. “Pertumbuhan industri tidak lagi cukup bertumpu pada tren semata, tetapi harus didorong oleh pendekatan berbasis data, pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen, serta inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan itu menandai pergeseran strategi industri kecantikan yang selama ini identik dengan siklus tren cepat. Di tengah konsumen yang semakin kritis dan sadar kesehatan, pendekatan berbasis riset dan data dinilai menjadi fondasi agar brand tetap relevan.
Dari sisi regulasi, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, mengingatkan pentingnya kepatuhan standar keamanan dan klaim produk. “Peran regulator krusial dalam menjaga keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan konsumen, seiring pertumbuhan industri kecantikan nasional yang terus menunjukkan tren positif,” katanya.
Mengusung konsep “Life in Sync with Wellness”, Cosmax Indonesia memperkenalkan pendekatan kecantikan yang menyelaraskan kesehatan mental dan performa kulit di setiap tahap usia. Artinya, rutinitas perawatan tak lagi sekadar mengejar tampilan instan, tetapi juga keseimbangan jangka panjang.
Tim Strategic Marketing Cosmax memetakan dua arus besar tren global dan regional. Pertama, Vital Roots & Prime Preservation yang berfokus pada pencegahan dan perlindungan jangka panjang. Kedua, Ageless State & Active Longevity yang mengedepankan active aging melalui inovasi bahan aktif dan teknologi formulasi mutakhir. Tren ini kemudian diterjemahkan ke dalam proposal produk yang siap diadaptasi brand sesuai dinamika pasar.
Konferensi juga menghadirkan kolaborasi strategis, mulai dari paparan proyeksi industri oleh NIQ (NielsenIQ), inovasi bioteknologi dari Cosmax BIO, strategi e-commerce dari Bizhive, hingga pembaruan desain kemasan oleh Juahn. Seluruhnya menegaskan bahwa daya saing produk kini dibangun dari hulu ke hilir—dari data, formula, regulasi, hingga diferensiasi visual.
Melalui forum ini, Cosmax Indonesia ingin menegaskan peran barunya: bukan sekadar manufaktur, tetapi mitra inovasi strategis bagi brand kecantikan nasional. Di tengah kompetisi yang makin ketat, pendekatan berbasis wellness dan keberlanjutan dinilai menjadi kunci agar industri kecantikan Indonesia mampu tumbuh sekaligus bersaing di panggung global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....