Suara Budaya Nusantara, Hadirkan Topik Bahasan Lakon 'Makyong'

  • 28 Jan 2026 21:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Suara Budaya Nusantara (SBN) yang disiarkan melalui jaringan Radio Republik Indonesia (RRI), menghadirkan pembahasan seni tradisi Melayu dengan fokus pada tokoh Awang Pengasuh dalam lakon Makyong.

Siaran ini dipandu oleh Salwa Aulia Az-Zahro, Host RRI Tanjung Pinang, bersama Mariana Suhendi dari RRI Jakarta. Jumat, 23 Januari 2026.

Dialog budaya tersebut menghadirkan Ananda Raka Surya M, pelakon sekaligus pelatih Makyong Muda Ledang Balai Tuan Habieb serta Juara Favorit Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Riau 2025, yang mengulas peran penting tokoh Awang Pengasuh dalam pertunjukan Makyong. Dalam pemaparannya, Raka menjelaskan bahwa Makyong merupakan seni teater tradisional Melayu yang memadukan tari, musik, dialog, nyanyian, dan unsur lawakan dalam satu pertunjukan utuh.

Makyong sendiri berasal dari kawasan Thailand, kemudian berkembang ke Malaysia dan Kepulauan Riau dengan berbagai penyesuaian budaya lokal. Di Indonesia, Makyong memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya penggunaan topeng dalam pertunjukan. “Teater Makyong ini seni pertunjukan tradisional yang menggabungkan tari, musik, dialog, nyanyian, dan lawakan untuk menghibur sekaligus menyampaikan pesan kepada penonton,” ujar Raka.

Tokoh Awang Pengasuh dijelaskan sebagai sosok yang selalu hadir dalam setiap cerita Makyong. Ia berperan sebagai tangan kanan sekaligus penasihat raja, namun ditampilkan dengan karakter jenaka, degil, dan humoris. “Awang Pengasuh ini peran yang sangat vital dan wajib ada dalam setiap cerita Makyong, karena dia adalah orang kepercayaan raja sekaligus penghibur cerita,” jelas Raka. Melalui dialog khas Melayu yang spontan dan menggelitik, Awang menjadi jembatan komunikasi antara alur cerita dan penonton.

Dari sisi pemeranan, Raka mengungkapkan bahwa memerankan Awang Pengasuh bukanlah hal mudah. Pelakon harus mampu mengatur pernapasan saat menggunakan topeng, menguasai dialek Melayu lama, serta menjaga ekspresi dan gerak tubuh agar karakter tetap hidup meski wajah tertutup. “Cukup rumit, karena kita harus mengatur pernapasan di balik topeng dan menguasai dialek yang mungkin asing bagi generasi sekarang,” ungkapnya.

Melalui siaran ini, RRI berharap pendengar di seluruh Nusantara semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah, khususnya seni Makyong dari Kepulauan Riau. Program Suara Budaya Nusantara menjadi ruang edukasi budaya yang mempertemukan seniman, pendengar, dan generasi muda agar seni tradisi tetap hidup, dipelajari, dan diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....