5 Fakta Menarik Kunang Kunang Nomor 4 Bikin Kaget

  • 28 Jan 2026 09:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kunang kunang dikenal sebagai serangga bercahaya yang menghiasi malam, tetapi di balik kilauannya tersimpan sistem biologi kompleks yang digunakan untuk komunikasi, pertahanan diri, hingga penelitian medis, dan fenomena ini terjadi di berbagai wilayah tropis serta sedang melalui proses kimia bernama bioluminesensi. Cahaya itu muncul dari reaksi zat alami dalam tubuhnya yang dikendalikan sistem saraf sehingga efisien tanpa panas berlebih.

Berikut fakta-fakta unik dan menarik tentang Kunang kunang:

Kilatan cahaya kunang-kunang terlihat indah di malam hari, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi predator. Serangga ini menghasilkan cahaya tanpa panas atau disebut cahaya dingin. (Foto: unsplash)

1. Kunang kunang berkomunikasi menggunakan pola cahaya khusus

Kunang kunang memakai kilatan cahaya sebagai alat komunikasi antar individu dalam satu spesies. Pola ritme dan jeda cahaya menjadi sinyal pengenal antara jantan dan betina saat musim kawin.

"Fireflies talk to each other with light," ujar Firefly.org dalam penjelasan resminya. Sinyal cahaya ini juga dipakai untuk menandai wilayah dan memperingatkan pemangsa agar menjauh.

Sebagian besar jantan terbang sambil memancarkan cahaya untuk menarik perhatian. Betina biasanya menunggu di tumbuhan dan membalas sinyal jika menemukan pasangan yang cocok.

2. Kunang kunang menghasilkan cahaya dingin sangat efisien

Cahaya kunang kunang dikenal sebagai cahaya dingin karena hampir seluruh energi berubah menjadi cahaya tanpa panas. Efisiensi ini jauh melampaui lampu pijar buatan manusia. Menurut Firefly.org yang kami akses pada Rabu, 28 Januari 2026, proses cahaya ini terjadi di sel khusus yang disebut photocytes yang kaya suplai oksigen.

Reaksi kimia cahaya melibatkan luciferin, luciferase, oksigen, dan adenosin trifosfat atau ATP. Britannica menjelaskan bahwa proses ini merupakan bentuk bioluminesensi alami. Britannica menambahkan, sistem saraf mengatur kapan cahaya menyala atau padam sesuai kebutuhan.


Pola cahaya kunang-kunang berbeda pada setiap spesies dan menjadi kode khusus saat musim kawin. Sistem cahaya ini dikendalikan oleh reaksi kimia antara luciferin, luciferase, oksigen, dan energi sel. (Foto: Petr Gana/pexels)


3. Larva kunang kunang adalah predator siput

Tahap larva kunang kunang hidup di tanah lembap atau dekat air dan bersifat karnivora. Mereka memangsa siput dan bekicot dengan menyuntik cairan pencerna ke tubuh mangsa.

Larva kemudian menyerap jaringan mangsa yang telah melunak melalui alat mulut berongga. Beberapa larva bahkan memiliki insang dan hidup di lingkungan berair.

Menariknya, sebagian telur dan larva juga mampu memancarkan cahaya. Cahaya pada telur bisa muncul sebagai respons terhadap getaran atau sentuhan.

4. Kunang kunang memakai cahaya sebagai perlindungan diri

Kilatan cahaya tidak hanya berfungsi untuk reproduksi tetapi juga sebagai peringatan bagi predator. Rasa pahit dalam tubuh kunang kunang membuat banyak hewan enggan memakannya.

Saat terancam, mereka dapat mengeluarkan cairan beracun melalui proses reflex bleeding. Sinyal cahaya memperkuat pesan bahwa mereka bukan mangsa yang aman.

Beberapa spesies bahkan meniru sinyal spesies lain untuk memangsa sesamanya. Strategi ini ditemukan pada genus Photuris yang memikat jantan spesies lain dengan sinyal palsu.

5. Senyawa kunang kunang dimanfaatkan dalam dunia sains

Luciferase dan luciferin digunakan ilmuwan untuk mendeteksi keberadaan ATP dalam sel hidup. Ketidakseimbangan ATP dapat menjadi petunjuk adanya penyakit.

Menurut Britannica, tknologi berbasis senyawa ini dipakai dalam riset kanker, kontaminasi bakteri, dan eksplorasi kehidupan luar angkasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....