Webinar Cerita Rakyat dan Pelindungan Cagar Budaya

  • 27 Jan 2026 21:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI menjadwalkan Webinar Adibudaya on Air untuk membahas kaitan cerita rakyat dengan pelindungan cagar budaya. Acara yang akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026 ini mengusung tema tentang memori kolektif masyarakat. Diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana kisah-kisah di masyarakat dapat membantu menjaga warisan sejarah. 

Narasumber pertama, Rochtri Agung Bawono dari Universitas Udayana, akan mengulas peran penting ingatan masyarakat lokal dalam pelestarian. Ia berpendapat bahwa cerita rakyat bukan sekadar dongeng, melainkan fondasi bagi upaya perlindungan fisik situs-situs bersejarah. 

“Cerita rakyat adalah memori kolektif yang menjadi pondasi perlindungan cagar budaya kita,” ujar Rochtri. Melalui sudut pandang arkeologi, ia akan membedah bagaimana nilai-nilai luhur terjaga lewat tradisi lisan.

Sementara itu, Septian Dwita Kharisma dari Komunitas Pelestari Sejarah Madiun Raya akan berbagi pengalaman terkait gerakan pelestarian di tingkat komunitas. Ia menilai bahwa kesadaran warga sekitar sangat menentukan keberlanjutan sebuah situs cagar budaya. 

“Mekanisme pelindungan terbaik dimulai dari kesadaran warga yang menjaga sejarah daerahnya sendiri,” tutur Septian menekankan pentingnya peran masyarakat lokal. Materi ini diharapkan memberikan gambaran nyata tentang kerja sama antara warga dan pemerintah dalam melindungi aset budaya.

Diskusi ini akan dipandu oleh Ahmad Rofi Uddin, seorang praktisi sejarah yang juga pendiri Malang.id. Panitia menyatakan bahwa acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan wawasan sejarah. 

Peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya akan mendapatkan fasilitas berupa e-sertifikat dan tambahan jejaring di bidang kebudayaan. Informasi ini menjadi bagian dari upaya publikasi rutin mengenai edukasi cagar budaya di Indonesia.

Webinar ini menjadi salah satu sarana untuk mendokumentasikan nilai-nilai budaya takbenda agar tetap relevan di masa kini. Sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan mampu menciptakan mekanisme pelindungan budaya yang lebih efektif. 

Dengan memahami sejarah melalui cerita rakyat, identitas lokal diharapkan dapat terus terjaga kelestariannya. Mari bersama-sama mengenal lebih dekat jejak peradaban nusantara melalui diskusi-diskusi informatif seperti ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....