Menelusuri Jejak Hindu Siwa Melalui Artefak di Kebumen

  • 27 Jan 2026 21:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Historical Study Trips kembali mengadakan kegiatan susur sejarah bertajuk "Dari Artefak ke Artefak" di wilayah Kebumen. Perjalanan sesi ke-15 ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat pada peninggalan Hindu Siwa yang tersebar di tanah dan bebatuan. 

Peserta akan diajak mengunjungi dua situs penting, yaitu Lingga Yoni Sumberadi dan Watu Kalbut Ayah. Melalui pendekatan geoarkeologis, penyelenggara ingin memberikan pemahaman tentang bagaimana alam dan sejarah saling berkaitan.

Penyelenggara menjelaskan bahwa perjalanan ini adalah cara untuk membaca sejarah yang tidak tertulis di buku. Fokus utama kegiatan adalah menafsirkan simbol-simbol kuno agar masyarakat memahami warisan spiritual masa lalu. 

“Sejarah tidak selalu tertulis, sebagian tertanam di tanah dan tersisa sebagai artefak,” tulis penyelenggara dalam keterangan resminya melalui grup Whatsapp Sigarda Indonesia. Dengan melihat langsung objeknya, diharapkan nilai-nilai peradaban lama bisa lebih mudah dimengerti.

Selain melihat fisik artefak, kegiatan ini juga menggunakan bantuan arsip untuk memperkuat data sejarah yang ada. Pemilihan lokasi di Sumberadi dan Ayah didasarkan pada pentingnya kedua situs tersebut dalam konteks ruang di Kebumen. 

“Perjalanan kali ini mengajak kita membaca dan menafsirkan lebih dalam melalui perspektif historis,” lanjut pihak panitia. Edukasi seperti ini penting agar peninggalan purbakala tidak hanya dianggap sebagai benda mati.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 8 Februari 2026 mendatang. Para peserta akan berkumpul di dua lokasi berbeda, yaitu Roemah Martha Tilaar Gombong dan Halaman Grand Kolopaking Kebumen. 

Keberangkatan direncanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan transportasi yang sudah disediakan oleh penyelenggara. Batas akhir pendaftaran bagi masyarakat yang berminat adalah tanggal 6 Februari 2026.

Biaya kontribusi untuk mengikuti perjalanan sejarah ini adalah sebesar Rp100.000 per orang. Fasilitas yang didapatkan meliputi sertifikat, materi sejarah, makan siang, hingga kesempatan mendapatkan doorprize. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif bagi warga yang ingin belajar sejarah lokal dengan cara terjun langsung ke lapangan.

Studi sejarah melalui artefak ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap cagar budaya di daerahnya. Kebumen sendiri dikenal memiliki banyak titik arkeologi yang masih menyimpan misteri peradaban Hindu-Buddha. 

Dengan adanya info kegiatan ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk menambah wawasan di luar pelajaran sekolah formal. Mari kita hargai setiap sisa peradaban sebagai identitas bangsa yang berharga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....