Dampak Bersumpah Dalam Ajaran Islam

  • 27 Jan 2026 12:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Seringkali kita mendengar seseorang mengucapkan sumpah sebagai bentuk penguatan atas pernyataannya. Terutama saat ia merasa perlu meyakinkan lawan bicaranya mengenai kebenaran yangdisampaikan. 

Sumpah digunakan sebagai bentuk pembelaan. Semacam tameng moral danspiritual. Apa yang diucapkannya bukan dusta, melainkan kebenaran. Padahal ketika orang bersumpahtentu ada konsekuensi. Konsekuensi yang dia harus laksanakan jika sumpah itu memang dibenarkan dan itu menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan. Jika tidak dilaksanakan maka dia harus mengganti yang kemudian disebut dengan Kafarat nya. Demikain yang disampaikan oleh Narasumber Hikmah Pagi Ustad H.Nur Khayin Muhdlor, Lc,ME, di Pro4 RRI Jakarta. Selasa, 27 Januari 2026.

Rasulullah SAW bersabda, jika engkau bersumpah atas suatu perkara, kalau engkau melihat yang lain lebih baik darinya, maka bayarlah kefarah sumpahmu dan lakukan yang lebih baik itu. Artinya pada saat seseorang melakukan sumpah, tapi ada hal yang lebih baik dan terkaitdengan ketakwaan kepada Allah, maka meskipun baik sumpahnya, maka dia harus tinggalkan sumpah itu dan laksanakan hal yang lebih baik sebagai ketakwaan seorang kepada Allah SWT.

Al-Quran menyebutkan, Ada sebuah kisah yang dilakukan oleh Abu Bakar RA, bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah kepada Mistah bin Ustazah, kerabatnya, karena terlibat fitnah terhadap Aisyah. Lalu kemudian Allah menegur, jangan biarkan sumpah menghalangi maafdan kebaikan. Abu Bakar melanggar sumpahnya, kemudian membayar kefarat, dan kembali memberi nafkah. 

"Ini contoh nyata takwa di atas sumpah. Apa pun yang dilakukan Allah, dalam Islam, lisan adalah cermin iman dan takwa. Salah satu ucapan yang paling berat konsekuensinya adalah sumpah atau Al-yamin," terarangnya. 

Sumpah itu harus dijaga, sekaligus untuk menguatkan iman dan takwa seorang. Orang bertakwa tidak mudah bersumpah. Jika bersumpah, dia harus ditepati. Allah berfirman, Dan jagalah sumpah-sumpah kalian. Maknanya menepati janji, tak bermain atas nama Allah, tanda hati takut kepadanya. Sering bersumpah, tentu tanda lemahnya takwa. Jangan ikuti orang yang banyak bersumpah,lagi hina. Tentu orang yang sering bersumpah, biasanya berdusta.

Lalu bagaimana kalau kemudian seorang yang sudah terlanjur bersumpah, maka dia harus membayar kafaratnya. "Allah berfirman, Kafarat sumpah adalah memberi makan sepuluh orang miskin, Atau puasa tiga hari jika tidak mampu, Artinya ada hubungan sumpah dengan ketakwaan seorang," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....