Wisata "Kedung Siung" Tawarkan Pesona Keindahan Alam
- 11 Jan 2026 11:17 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Wisata alam Curug Kedung Siung yang berada di Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, semakin menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam acara Apresiasi Budaya Banyumas yang disiarkan pada Jumat, 9 Januari 2026, dengan host Dermawan. Dalam kesempatan tersebut, Kodri selaku Ketua Pengelola Curug Kedung Siung menjadi narasumber melalui sambungan telepon dan memaparkan perkembangan pengelolaan wisata alam yang digagas oleh masyarakat setempat.
Kodri menjelaskan bahwa pengembangan wisata Curug Kedung Siung dan Curug Surupan bermula dari kegiatan kerja bakti warga RT 02/RW 01 pada pertengahan tahun 2024. Awalnya kegiatan tersebut hanya berupa bersih-bersih rutin di sekitar aliran sungai. Namun, dari aktivitas sederhana itu tumbuh kesadaran kolektif bahwa kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Pengelolaan curug dimulai sejak 5 Juli 2024. Awalnya hanya bersih-bersih rutin, lalu kami sadar tempat ini punya potensi wisata,” ujar Kodri melalui sambungan telepon. Ia menambahkan, berkat swadaya dan gotong royong masyarakat, saat ini Curug Kedung Siung telah memiliki berbagai fasilitas penunjang, seperti akses jalan, warung warga, tempat duduk, kamar mandi, ruang ganti, serta mushola untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Meski perkembangan wisata mulai dirasakan, Kodri mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama, ditambah kiriman sampah dari aliran sungai saat hujan deras. Oleh karena itu, ia berharap adanya pembinaan dan dukungan dari pemerintah desa maupun dinas pariwisata agar pengelolaan wisata dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dukungan masyarakat sekitar dinilai cukup kuat. Warga setempat merasakan langsung dampak positif dari keberadaan wisata curug, terutama dalam menggerakkan perekonomian desa. Banyak warga mulai membuka usaha kecil seperti warung, jasa parkir, hingga menjadi pemandu wisata. Menurut Kodri, meningkatnya kesadaran warga untuk menjaga lingkungan menjadi bukti bahwa pariwisata berbasis masyarakat mampu memperkuat kesejahteraan sekaligus kepedulian terhadap alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....