Sanggar Sapu Jaya Hidupkan Gambang Kromong

  • 19 Nov 2025 22:56 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Sanggar Sapu Jaya, yang berdiri sejak 5 Mei 2019, menjadi salah satu ruang seni yang terus menyalakan kembali semangat musik tradisi di Tangerang. Sanggar ini dipimpin oleh Nurjaya, sosok yang meyakini bahwa alat musik tradisional bukan hanya menarik, tetapi juga memiliki daya keren yang tak kalah dari musik modern.

Kecintaan Nurjaya pada seni bukan hadir begitu saja. Ia tumbuh di keluarga yang memelihara tradisi: orangtua, kakek, nenek, hingga para tetua keluarganya memiliki darah seni. Dukungan keluarga dan teman-teman membuatnya mantap mendirikan sanggar yang kini menjadi tempat belajar, berkarya, dan bertumbuh bagi banyak generasi muda.

Dengan jumlah anggota mencapai 25 orang, Sanggar Sapu Jaya menegakkan komitmen mereka untuk saling mendukung dan menjaga semangat dalam melestarikan budaya lokal. Bagi Nurjaya, syarat terpenting untuk bergabung hanyalah kemauan, sebab dari kemauan itulah lahir dorongan untuk belajar dan berkembang.

Visi mereka jelas: mengenalkan musik gambang kromong kepada generasi gen Z agar lebih dekat, relevan, dan keren seperti genre musik lain yang digemari anak muda. Misinya adalah menghidupkan kembali kebanggaan terhadap musik tradisi melalui penampilan, edukasi, dan konsistensi berkarya.

Sanggar Sapu Jaya telah melanglang buana ke berbagai kota, mulai dari Jakarta, Palembang, Bandung, Bangka Belitung, hingga Serang. Mereka tampil di berbagai ruang, seperti hotel, mal, bandara, terminal, stasiun KRL, gedung-gedung acara, bahkan pernah mengisi sejumlah iklan. Prestasi mereka pun membanggakan: juara 1 wirasa terbaik, juara 2 musik terbaik, juara 1 alur bercerita, dan juara 2 Grebek Sahur.

Bagi Nurjaya, budaya adalah separuh jiwanya. Ia menekankan bahwa alat musik tradisi harus dirawat dengan penuh penghormatan—disimpan rapi, diberi pelindung, dan tidak dibiarkan sembarangan. Perawatan yang baik, baginya, adalah bentuk cinta dan penghargaan terhadap warisan leluhur.

Ke depan, ia berharap pemerintah kota Tangerang memberi perhatian khusus pada pelestarian gambang kromong. Ia ingin musik tradisi mendapat ruang di berbagai event besar, berdiri sejajar dengan musik modern, dan menunjukkan bahwa musik tradisional itu antik, asyik, dan sangat keren.

Dengan tekad dan kecintaan pada budaya, Sanggar Sapu Jaya terus melangkah, menjadikan seni tradisi sebagai denyut yang tak pernah padam di tengah modernitas yang terus berkembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....