Peringati HUT RI, Batak Center Gelar Apresiasi Budaya
- 18 Agt 2025 21:12 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Batak Center menyelenggarakan apresiasi budaya sekaligus syukuran HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-7 Batak Center. Acara berlangsung di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta Timur, pada Senin 18 Agustus 2025 dengan suasana meriah.
Rangkaian acara diawali prosesi 15 Raja dan Sultan Nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara atau FSKN. Kehadiran mereka menjadi simbol persaudaraan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Apresiasi Batak Center diberikan kepada sembilan anak sekolah, tiga belas pegiat budaya, sepuluh lembaga keagamaan dan lima organisasi mitra, termasuk RRI Jakarta. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian bahasa dan aksara Batak.
Dalam sambutan, Ketua Umum Batak Center Sintong Tampubolon menegaskan pentingnya penghormatan bagi pelaku tradisi. “Melalui apresiasi pertama Batak Center ini kami ingin memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh dan generasi muda yang telah dengan tekun merawat tradisi berbahasa dan aksara Batak,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemberian apresiasi akan terus diperluas. Menurutnya, dukungan terhadap seni dan musik Batak penting agar karya intelektual dapat berdampak secara ekonomi dan berkeadilan.
“Kami percaya, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari penghormatan yang berkelanjutan untuk memastikan budaya Batak tetap tumbuh dalam arus zaman digital dan menjadi kekuatan spiritual, sosial, dan intelektual. Bukan hanya itu, budaya Batak juga bisa memberikan dampak ekonomi dan berkeadilan bagi bangsa Indonesia,” ujar Sintong.
Dalam kesempatan itu, Sintong juga mengumumkan beberapa agenda utama. Di antaranya penyelenggaraan Ulos Fest kedua tahun 2026 serta mendorong penetapan Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Selain itu, pihak Batak Center juga mengusulkan pembangunan Museum Batak Raya di Danau Toba, dan memperjuangkan penggunaan aksara dan bahasa Batak dalam pelayanan publik. Program ini disebut sebagai langkah nyata menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Batak di kancah internasional.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon turut hadir dalam acara ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelestarian budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kita berharap center-center seperti Batak Center, FSKN, ini menjadi penjaga-penjaga budaya kita ke depan. Karena tidak mungkin budaya kita ini akan lestari akan terus menjadi bagian yang berkesinambungan, terutama kepada generasi penerus,” kata Fadli Zon.
Sebagai bentuk penghormatan, menteri dikalungi kain ulos saat di atas panggung. Prosesi tersebut menjadi simbol ikatan keluarga dan penghargaan khas Batak.
Selain penyerahan apresiasi, acara juga diisi penampilan seni dari berbagai sub-etnis Batak, mulai dari Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, hingga Toba. Lagu “O Tano Batak” ciptaan Siddiq Sitompul turut diperdengarkan sebagai penutup yang menggugah semangat kebudayaan. (Setyo Agung-CPNS RRI Jakarta).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....