Bahasa Ngapak Cerminkan Kejujuran dan Keramahan Banyumas

  • 11 Agt 2025 23:45 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Bahasa Ngapak, dialek khas Banyumasan, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol kejujuran, keramahan, dan kesederhanaan masyarakatnya. Ciri khas pengucapan yang lugas dan tegas menjadikan bahasa ini mudah dikenali serta sarat makna budaya.

Guru sekolah dasar, Marsinah, yang menjadi narasumber program siaran radio Apresiasi Budaya Banyumas di radio 92,8 FM Pro 4 RRI Jakarta, Jumat 8 Agustus 2025, menegaskan pentingnya melestarikan Bahasa Ngapak. “Ngapak menunjukkan asal-usul dan kebanggaan daerah. Dengan tetap menggunakannya, kita menjaga kekayaan bahasa dan budaya Indonesia,” ujar Marsinah yang telah mengajar sejak 1987.

Marsinah menjelaskan, bahasa ini memuat nilai keramahan yang membuat suasana cair, sekaligus menumbuhkan rasa saling terbuka antarwarga. Ia menambahkan, generasi muda perlu membiasakan diri menggunakan Ngapak agar tidak merasa minder. “Sing penting jujur, sanajan nganggo Ngapak,” ucapnya.

Penelitian Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama atau IAINU Kebumen yang kami akses pada Rabu, 13 Agustus 2025 menunjukkan, kekuatan bahasa Ngapak juga terlihat dari popularitasnya di media sosial, khususnya TikTok. Kreator konten seperti @raflychaniag0 dan @DesyGenoveva memadukan humor dan edukasi, sehingga memperluas penerimaan Ngapak hingga di luar daerah Banyumas.

Bahasa Ngapak digunakan di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, serta sebagian Kebumen dan Tegal. Ungkapan terkenal “Ora Ngapak Ora Kepenak” mencerminkan keterikatan emosional masyarakat terhadap bahasa ini. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembiasaan di rumah, muatan lokal di sekolah, hingga pentas seni berbahasa Ngapak.

Marsinah menegaskan, mempertahankan Bahasa Ngapak di tengah arus globalisasi adalah bentuk cinta terhadap tanah kelahiran. “Ngapak bukan kampungan, tapi kearifan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....