Tari Maengket: Ungkapan Syukur Identitas Budaya

  • 31 Jul 2025 19:44 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Tari Maengket adalah kesenian tradisional khas Sulawesi Utara yang sarat makna budaya dan nilai kehidupan. Dalam program “Suara Budaya Nusantara” RRI Pro4 Jakarta bersama RRI Pro4 Manado, Selasa, 29/7/2025, budayawan sekaligus pelatih tari, Roy Kumaat, menjelaskan bahwa Maengket awalnya merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Minahasa atas hasil panen, sekaligus media sosial untuk mencari pasangan atau menyambut tamu kehormatan.

Nama “Maengket” berasal dari bahasa daerah yang berarti “kebersamaan” dan “berbalas pantun”, ditampilkan lewat gerakan tari berpasangan antara pria dan wanita, dipimpin oleh seorang “kapel”. “Maengket ini bukan sekadar menari, tapi seni tutur dan ekspresi penuh makna, layaknya pantun bersahutan,” ujar Roy dalam siaran langsung.

Kini, Maengket telah bertransformasi. Tahun 2025 ini, ia tampil tak hanya di acara adat dan keagamaan, tapi juga meramaikan lomba seni budaya, pentas sekolah, hingga event nasional. Roy menyebut bahwa Maengket bahkan dijadikan materi ekstrakurikuler dari TK hingga SMA sebagai upaya menanamkan nilai-nilainya sejak dini.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Gaya hidup digital dan minimnya pemahaman membuat generasi muda kurang tertarik. Untuk itu, Roy dan komunitas budaya berinovasi dengan menyederhanakan bentuk tari dan lagu agar lebih mudah diterima anak muda. “Tantangan terbesar kami adalah menjembatani nilai tradisi dengan bahasa anak zaman sekarang,” katanya.

Ke depan, Maengket diharapkan tak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi berkembang sebagai identitas seni Sulawesi Utara yang mendunia. Kolaborasi seniman, pendidik, dan pemerintah menjadi kunci agar Maengket tetap hidup lintas generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....