Batik, Dari Daster Harian hingga Batik Pernikahan
- 27 Jun 2025 19:16 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Dari Bone sampai Bekasi, dari daster ke pelaminan, batik tetap jadi bagian hidup kita. Dalam Siaran Dangdut Nyok di radio 92,8 FM Pro 4 RRI Jakarta, Jumat 27 Juni 2025, pendengar dari berbagai daerah berbagi cerita seputar batik khas dan arti atau maknanya buat mereka.
Melalui sambungan pesan singkat WhatsApp dan telepon, pendengar yang disapa Abang dan Mpok diajak berbincang santai tentang batik. Suasana hangat dan penuh kenangan pun menyelimuti siaran yang dipandu penyiar radio, Tiara.
Salah satu pendengar, Kakung Jo dari Lamandau, Kalimantan Tengah, menceritakan kain adat bermotif Bintang Sekayu. “Saya sih nggak punya, tapi orang sini biasa pakai kalau ada hajatan,” ujar Kakung Jo.
Meskipun bukan batik secara teknis, Kakung Jo mengatakan kain tradisional tetap memiliki nilai budaya yang penting. Ia mengajak generasi muda untuk bangga memakai warisan tekstil dari daerah masing-masing.
Dari Bone, Sulawesi Selatan, Ica mengenalkan batik Lontara. “Motifnya zigzag, khas banget. Melambangkan sejarah tulisan Bugis,” ucap Ica dalam siaran tersebut.
Bagi Ica, batik bukan sekadar pakaian, melainkan representasi jati diri dan sejarah komunitasnya. Ia mengaku bangga bisa memperkenalkan batik khas Bugis kepada pendengar di seluruh Indonesia.
Gilang dari Karawang menambah warna siaran dengan guyonan khasnya. Ia menyebut batik Sidomukti dan Sido Asih sebagai favoritnya, namun juga bercanda soal motif daun pisang.
“Awas ya, nanti malah nyanyi Memori Daun Pisang,” kata Bang Gilang sambil tertawa. Meski begitu, ia menilai batik membuat penampilan lebih elegan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Sementara itu, kisah romantis datang dari Dani yang masih menyimpan batik pernikahannya sejak tahun 1984. “Saya pakai lagi waktu Jumatan kemarin. Rasanya nostalgia banget,” ujarnya.
Kenangan batik juga hadir dari Dindin di Bekasi yang memakai batik dalam bentuk daster sehari-hari. “Buat saya batik itu nyaman. Pas banget buat di rumah atau dibawa jalan-jalan,” kata Bu Dindin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....