Mengenal Rabab Alat Musik Tradisional Minangkabau
- 21 Feb 2025 12:05 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Sumatera Barat memiliki kekayaan seni musik tradisional yang terus berkembang mengikuti zaman. Salah satu di antaranya adalah alat musik tradisional Rabab.
Rabab adalah alat musik gesek khas Minangkabau yang telah mengalami perubahan signifikan. Jika dahulu Rabab hanya dimainkan secara tunggal, kini alat musik ini sering dimainkan dengan instrumen lain.
Darmansyah, seorang pakar rabab pesisir menjelaskan, Rabab Sumatera Barat terdiri dari empat jenis utama. "Ada Rabab Pasisie, Rabab Piaman, Rabab Darek, dan Rabab Sijunjuang," ujarnya dalam siaran radio Pro 4 RRI Jakarta.
Sejarah Rabab di Minangkabau telah ada sejak zaman Belanda dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Seiring waktu, Rabab menurut Darmansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Studi Humanitas, berkembang dengan sentuhan musik modern yang lebih dinamis.
Peminat dan pelaku seni Rabab menurutnya juga semakin beragam. "Jika dahulu alat musik ini identik dengan seniman senior, kini banyak anak muda turut melestarikannya," ujarnya.
Dalam budaya Minangkabau, Rabab memiliki peran penting dalam berbagai acara adat, terutama pernikahan. "Kehadiran Rabab dalam perhelatan adat menjadi pelengkap yang menghadirkan nuansa khas Minangkabau," kata Darmansyah menjelaskan.
Laman jadesta.kemenparekraf.go.id menulis, Rabab diwariskan secara turun-temurun sebagai media pembelajaran tentang kearifan budaya Minangkabau. Rabab disebutkan juga bukan sekadar musik, tetapi juga sarana menyampaikan pesan dan nilai-nilai adat.
Secara historis, Rabab memiliki keterkaitan dengan alat musik dari Aceh, Pariaman, Banten, dan Deli. Rabab Pesisir dibuat dari tempurung dengan tiga dawai sebagai senarnya.
Sayangnya, nilai-nilai adat yang terkandung dalam Rabab mulai luntur. "Dulu, kaba dalam Rabab menyampaikan pesan moral. Sekarang, banyak yang hanya bercerita tentang cinta tanpa makna yang dalam," kata artikel itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....