Semangat Komunitas Betawi Kota Tangerang Lestarikan Seni Budaya

  • 06 Des 2024 10:22 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Betawi adalah sebutan untuk masyarakat asli Jakarta yang menggunakan bahasa Betawi sebagai bahasa ibu. Orang Betawi tinggal dan berkembang di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sebagian kalangan berpendapat bahwa Betawi bukan suku bangsa murni. "Suku ini terbentuk pada abad ke-17, hasil dari campuran berbagai budaya seperti Bali, Sumatera, Arab, Cina, dan Portugis," kata laman dinaskebudayaan.jakarta.go.id yang kami akses pada Jumat 6 Desember 2024.

Di laman itu, nama "Betawi" berasal dari "Batavia," nama yang diberikan Belanda untuk Jakarta di masa kolonial. "Orang Betawi muncul sebagai identitas yang lebih jelas ketika Mohammad Husni Thamrin mendirikan "Kaum Betawi" pada 1918," kata laman ini.

Ditulis juga, Jakarta, sejak ratusan tahun lalu, menjadi pusat perdagangan dan pertemuan berbagai etnis. Asimilasi budaya ini kemudian menciptakan identitas unik, yang tercermin dalam bahasa, kesenian, dan tradisi masyarakat Betawi.

Masyarakat Betawi, menurut Bunyamin Ramto, Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1982-1987, terbagi menjadi Betawi Tengah dan Betawi Pinggiran. "Wilayah tengah dipengaruhi budaya Melayu-Islam, sedangkan wilayah pinggiran menyerap budaya Cina, Jawa, dan Sunda," ujarnya seperti kami kutip dari laman jakarta.go.id.


Komunitas Betawi Kota Tangerang

Lantas bagaimana orang orang Betawi melestarikan warisan leluhur mereka? Dalam siaran radio di 91,2 FM Pro 1 RRI Jakarta, Bang Yono cerita banyak kegiatan komunitas Betawi Kota Tangerang atau Kombet, melestarikan seni dan budaya Betawi.

Bang Yono yang penasehat Kombet mengatakan melestarikan warisan leluhur Orang Betawi penting untuk menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah perkembangan kota yang semakin terbuka terhadap pengaruh luar.

Kombet rutin mengadakan acara budaya seperti pencak silat, pameran kuliner khas Betawi, dan pertunjukan pakaian adat. "Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan menjaga budaya Betawi agar tetap hidup di masyarakat Tangerang," ujar Bang Yono.

Dia juga menjelaskan, Kombet memberikan pelatihan seni bagi generasi muda, khususnya dalam bidang tari tradisional dan bela diri Betawi. "Kami mengajarkan seni sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya Betawi untuk diteruskan generasi penerus," ucapnya.

Kombet juga aktif melibatkan anak muda dalam pengelolaan acara budaya melalui kegiatan organisasi. "Mereka belajar tanggung jawab dan memahami peran penting dalam pelestarian budaya Betawi," ujar Bang Yono menambahkan.

Ke depan, Kombet tetap mengembangkan program pelestarian budaya Betawi agar seni dan tradisi ini tetap terjaga. Bang Yono berharap lebih banyak generasi muda terlibat untuk memastikan warisan budaya Betawi tidak pudar di Kota Tangerang.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....