Limbah Teluk Jakarta Berdampak Menurunnya Hasil Nelayan Kerang
- 21 Sep 2024 08:51 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Nelayan kijing (kerang hijau) begitulah julukan sebagian warga yang telah terbiasa melihat aktifitas mereka. Sejak tahun 70-an Cilincing telah dikenal sebagai kampung nelayan yang masyarakat nya bermata pencaharian sebagai pencari kerang hijau.
Lezat dan gurih seperti itulah menu yang banyak tersedia di warung-warung tenda sea food ataupun beragam restoran yang banyak menawarkan menu hasil laut.
Pada masa jayanya kerang-kerang ini khusus di ternak oleh nelayan dengan bagan-bagan yang banyak tersebar di pesisir pantai Cilincing. Para nelayan tidak susah untuk memanen kerang yang diperoleh dari bagan-bagan tancap khusus ternak kerang.
Namun seiring pesatnya pelabuhan Tajung Priuk, peternak kerang hijau sudah dilarang dengan alasan mengganggu area kapal yang akan melintas.
Semenjak pelarangan itulah kehidupan nelayan dalam mencari kerang telah berubah bahkan tergolong eksteam untuk seorang nelayan pesisir yang telah menginjakkan kakinya di teluk Jakarta sebelum mesin industri bergaung.
Belum lagi limbah yang banyak mematikan ekosistem laut sangat berdampak mengurangi penghasilan nelayan pesisir pantai.
Kerang-kerang hijau pesisir yang segar dan gurih hanya tinggal nama, meskipun ada kini tidaklah segurih dan sesegar dahulu. Dengan kondisi saat ini, mau tak mau nelayan harus menerima perubahan yang ada meskipun nasib para nelayan pesisir tak secerah masa lalunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....