Sudin Parekraf Jakpus Buka Peluang UMKM Naik Kelas
- 05 Okt 2026 16:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Pusat terus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha dan naik kelas melalui berbagai program ekonomi kreatif. Kepala Sudin Parekraf Jakarta Pusat, Shinta Nindyawati, mengatakan pelaku UMKM diberikan ruang untuk mengikuti berbagai bazar dan kegiatan yang digelar pemerintah maupun sejumlah penyelenggara acara.
Menurutnya, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan kreativitas. Produk yang memiliki keunikan dan daya tarik akan memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti berbagai kegiatan setelah melalui proses kurasi.
"Semakin mereka punya kekhasan, punya keunikan, mungkin kalau itu makanan, makanannya juga penampilannya, ada tempatnya untuk mereka bisa mengembangkan diri dan berjualan," ujar Sinta dalam dialog asta cita bersama Pro 1 RRI Jakarta, Senin (5 Oktober 2026).
Shinta mencontohkan keterlibatan pelaku UMKM dalam sejumlah kegiatan ekonomi kreatif, termasuk Jakarta Dessert Week. Menurutnya, kreativitas dalam menciptakan dan mengemas produk dapat meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang untuk berkompetisi dalam ajang yang lebih besar.
Shinta menyebut Sudin Parekraf Jakarta Pusat juga rutin memberikan pelatihan dan bimbingan teknis bagi pelaku ekonomi kreatif. Dengan keterbatasan anggaran, pelatihan tersebut umumnya dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada semester pertama dan kedua, dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta.
Selain pelatihan, pemerintah juga membantu pelaku usaha memperoleh akses terhadap sertifikasi dan pengembangan kapasitas. Pelaku usaha yang telah memenuhi kriteria dan lolos kurasi bahkan dapat memperoleh fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual (HKI) serta pelatihan sertifikasi halal.
"Semakin mereka berkembang adalah kinerja kami juga baik. Dan itu bermanfaat untuk masyarakat," kata Shinta.
Dalam hal permodalan, Sudin Parekraf Jakarta Pusat berperan menghubungkan pelaku usaha dengan mitra yang memiliki kapasitas pembiayaan. Salah satunya melalui Bank Jakarta sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelaku UMKM juga berpeluang mendapatkan dukungan dari kementerian, lembaga, maupun mitra usaha lainnya.
Shinta menekankan konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi salah satu tantangan utama pelaku UMKM. Karena itu, pihaknya melakukan pemantauan terhadap pelaku ekonomi kreatif agar usaha yang telah dirintis dapat terus berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan.
Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, Shinta mengimbau agar tidak ragu untuk bergabung dan memanfaatkan pendampingan pemerintah. Pelaku usaha di Jakarta Pusat dapat menghubungi Sudin Parekraf Jakarta Pusat melalui akun Instagram @parekraf_jakpus untuk memperoleh informasi dan pendampingan awal.
"Kita perlu kenali, beli, gunakan, ceritakan, dan promosikan produk lokal. Jangan takut memulai usaha, mulai dari yang kita bisa, tingkatkan kualitas, manfaatkan teknologi, bangun jejaring bersama kami, dan terus berinovasi," tutur Shinta.
Ia menambahkan, ekosistem ekonomi kreatif tidak hanya mencakup kuliner, kriya, dan fesyen, tetapi juga desain komunikasi visual, desain produk, arsitektur, musik, fotografi, permainan, aplikasi, film, animasi, video, periklanan, hingga seni pertunjukan. Menurutnya, semakin kreatif dan orisinal sebuah karya, semakin besar peluangnya untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....