CKG di Cipinang Melayu, Sasar Kontak Erat Pasien TBC
- 29 Sep 2026 17:13 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Cek Kesehatan Gratis (CKG ) yang diadakan di Pos RW. 011 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, turut menyasar kontak erat pasien tuberkulosis (TBC ) untuk menemukan kemungkinan kasus yang belum terlaporkan di masyarakat.
Kegiatan yang digelar Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur melalui Puskesmas Pembantu Kelurahan Cipinang Melayu pada Selasa, 29 September 2026 ini menargetkan sebanyak 100 peserta. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai TBC, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC.
Dokter Pemeriksa Aditya Kusuma menjelaskan, proses pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan tanda vital, tekanan darah, dan gula darah. Untuk skrining TBC, pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta.
"Yang untuk pemeriksaan, di antaranya ialah pemeriksaan dahak ya, untuk pemeriksaan TBC ini ya. Kita langsung kita melakukan pemeriksaan di tempat ya dengan pengambilan sampel begitu. Dan kalau kita pemeriksaan nanti ada pemeriksaan TCM maupun MPUC. Terus untuk kesehatan gratisnya kita melaksanakan pemeriksaan tanda vital ya, seperti biasa di CKG itu ada pemeriksaan tekanan darah, kemudian pemeriksaan gula darah, nah itu yang paling utama, seperti itu, " kata Aditya.
Penanggung jawab program terkait TBC di kecamatan Makasar, dr. Kartika Destya dalam kegiatan tersebut juga mengatakan, peserta skrining TBC terutama merupakan kontak serumah dari pasien TBC di wilayah RW 011, Cipinang Melayu. Selain itu, petugas juga mengundang kontak erat seperti tetangga atau saudara dekat pasien.
"Yang diundang sekarang adalah terutama kontak serumah dari pasien, seperti itu. Jadi untuk di RW 11 sini sendiri, kontak serumahnya itu pasien indeksnya itu ada tiga," ujar dr. Kartika.
dr. Kartika menjelaskan, pemeriksaan Mantoux atau uji turbekulin dilakukan untuk anak-anak, sedangkan peserta dewasa menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler atau TCM. Hasil pemeriksaan yang membutuhkan proses laboratorium akan disampaikan kepada peserta dalam beberapa hari untuk ditindaklanjuti.
Ia juga mengatakan, keluarga atau kontak serumah pasien TBC juga bisa mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis. Sementara pasien yang terdiagnosis TBC, harus menjalani pengobatan hingga tuntas yang pada umumnya berlangsung selama enam bulan.
Salah seorang peserta, Vita Febriani mengatakan dirinya mengikuti kegiatan tersebut karena memiliki saudara yang tinggal di dekat rumah dan sedang menjalani pengobatan TBC. Menurutnya program ini bisa menjaga kesehatan masyarakat secara tepat.
"Bagus sih, iya, karena saudara saya sendiri di dekat sebelah rumah itu ada, maksudnya lagi sakit TB, lagi berobat TBC juga. Sering ke rumah juga, makanya pas lagi ada acara kayak gini ya bolehlah ikut datang menghadiri skrining kesehatan. Saya cek tensi, terus gula darah sama berat badan. Kebetulan lagi batuk juga," ucap Vita.
Sebagai masyarakat, Vita berharap program pemeriksaan kesehatan gratis dapat terus dikembangkan dan dilakukan secara rutin, khususnya untuk membantu lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala kedepannya. (Nadya Nur Aulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....