Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
- 19 Agt 2026 12:37 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Dompet Dhuafa menyiapkan distribusi hingga 81 ton logistik bagi penyintas gempa NTT secara bertahap.
- Bantuan dikirim melalui jalur darat dan laut karena sejumlah akses menuju wilayah terdampak masih mengalami kendala.
- Hingga saat ini, 3.094 jiwa telah menerima manfaat layanan tanggap bencana Dompet Dhuafa, termasuk bantuan logistik, makanan, kesehatan, dukungan psikologis, dan evakuasi.
RRI.CO.ID, Jakarta: Setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, kebutuhan warga terdampak terus meningkat. Di sejumlah wilayah, bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan dasar masih sangat dibutuhkan, terutama karena akses menuju beberapa daerah belum sepenuhnya pulih.
Di tengah kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menyiapkan distribusi bantuan logistik hingga 81 ton secara bertahap untuk para penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT.
Gempa M7,7 yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 berpusat di laut sekitar Nagekeo. Gempa tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Laporan di lapangan juga menyebutkan adanya kerusakan bangunan serta gangguan akses akibat longsor. Bagi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak, persoalan bukan berhenti ketika guncangan mereda. Ketika jalan terputus, listrik dan komunikasi belum sepenuhnya pulih, mendapatkan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, Dompet Dhuafa mengerahkan bantuan melalui jalur laut dan darat. Pada tahap awal, sekitar 9 ton bantuan diberangkatkan dari Labuan Bajo menggunakan kapal cepat dan dari Ende menggunakan truk.
Pelepasan bantuan tersebut dipimpin Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini secara daring dari Jakarta pada Selasa 18 Agustus 2026.
“Kami terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdampak, termasuk daerah yang aksesnya masih sulit,” demikian disampaikan dalam keterangan Dompet Dhuafa.
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menempatkan pos induk di Nagekeo, Mbay, serta Pos Aju di Labuan Bajo. Sementara pos bantuan logistik dan kesehatan disiapkan di sejumlah wilayah, antara lain Nagekeo, Reok, Ruteng, Ronting, Maumere, Wera, dan Rota.
Kepala DMC Dompet Dhuafa Shofa Qudus mengatakan tim terus bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak. Dari Ende, tim menyiapkan sekitar 6–8 ton logistik untuk dibawa menuju Nagekeo.
“Bantuan logistik akan terus kami gulirkan, khususnya di wilayah Ronting yang sejak hari pertama sudah kami tangani,” ujar Shofa.
Bukan hanya makanan dan kebutuhan pokok
Di tengah situasi darurat, kebutuhan penyintas tidak hanya berupa bahan pangan. Kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan ibu menyusui membutuhkan perhatian khusus.
Program Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari MKM mengatakan tim kesehatan terus melakukan pendampingan kepada kelompok rentan tersebut.
Tim juga menyisir sejumlah wilayah terdampak karena kondisi beberapa fasilitas kesehatan dan rumah sakit masih mengalami hambatan.
“Kami berharap para penyintas gempa dapat tertangani segera, melihat kondisi beberapa fasilitas kesehatan dan rumah sakit masih mengalami hambatan,” kata Yeni.
Sementara itu, tim DMC yang berada di Ende menyiapkan sekitar 6 ton bantuan untuk diangkut menggunakan truk menuju Nagekeo. Bantuan juga dikirim melalui jalur laut dengan jumlah sekitar 6 ton.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Meski aktivitas pasar di sejumlah lokasi mulai berjalan, ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat masih terbatas.
Kolaborasi menjadi kunci
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo mengapresiasi dukungan Dompet Dhuafa dalam penanganan bencana di NTT. Menurutnya, bantuan diharapkan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi dapat dilanjutkan melalui program pemulihan dan penguatan masyarakat.
Koordinasi juga menjadi penting karena karakter wilayah NTT yang terdiri atas banyak daerah kepulauan membuat distribusi bantuan menghadapi tantangan transportasi.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga kemampuan menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Hingga saat ini, Dompet Dhuafa mencatat sebanyak 3.094 jiwa telah menerima manfaat layanan tanggap bencana. Rinciannya, 1.264 jiwa menerima bantuan logistik, 1.560 jiwa menerima makanan, 105 jiwa mendapatkan layanan kesehatan, 15 jiwa memperoleh psychological first aid, dan 150 jiwa telah dievakuasi.
Target distribusi 81 ton bantuan yang disiapkan Dompet Dhuafa menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bagi penyintas yang masih menghadapi keterbatasan akses, satu paket makanan, satu layanan kesehatan, atau satu bantuan kebutuhan dasar dapat menjadi dukungan penting untuk melewati hari-hari sulit setelah bencana.
Lebih dari sekadar mengirim bantuan, respons kebencanaan menjadi pengingat bahwa pemulihan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran agar bantuan tidak hanya tiba di lokasi, tetapi benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....