Anak Diajak Berkebun, Belajar Cinta Lingkungan sejak Dini

  • 25 Jul 2026 11:23 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Anak-anak dapat belajar mencintai lingkungan melalui kegiatan menanam sayuran di polyb
  • Berkebun menjadi sarana membangun karakter, kemandirian, dan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini
  • Pemanfaatan lahan sempit mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta: Siapa bilang belajar bercocok tanam harus menunggu dewasa? Berbekal jemari mungil dan beberapa polybag, anak-anak ternyata dapat belajar banyak hal, mulai dari menanam sayuran, mencintai lingkungan, hingga menghargai proses tumbuhnya makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

Semangat itulah yang akan diangkat dalam program Beranda Astacita "Green Radio" RRI Pro 1 Jakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 15.15 WIB. Mengusung tema "Dari Jemari Mungil ke Polybag: Cerita Seru Anak-Anak Menanam Sayur Sendiri", dialog menghadirkan Novera Wahju Irawati, Kader Sigma Farming Academy Pusaka Indonesia.

Melalui kegiatan menanam sayuran di polybag, anak-anak diperkenalkan pada pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Mereka diajak mengenal proses menyiapkan media tanam, menyemai benih, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya. Aktivitas sederhana ini tidak hanya melatih motorik dan kesabaran, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.

Di tengah semakin terbatasnya ruang terbuka di kawasan perkotaan, metode berkebun menggunakan polybag menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di halaman rumah, teras, bahkan balkon apartemen. Dengan lahan yang terbatas, keluarga tetap dapat menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman bumbu untuk kebutuhan sehari-hari. Konsep ini juga menjadi bagian dari gerakan membangun ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.

Menurut Sigma Farming Academy, kegiatan berkebun juga menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak belajar bahwa makanan tidak hadir begitu saja di meja makan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan, perawatan, dan kepedulian terhadap alam. Pendekatan ini sekaligus mengenalkan pola hidup sehat melalui konsumsi sayuran yang ditanam sendiri.

Selain memberikan manfaat edukatif, berkebun bersama keluarga mampu mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Momen menyiram tanaman, mengamati pertumbuhan daun, hingga memanen hasil kebun dapat menjadi aktivitas berkualitas yang mengurangi ketergantungan anak pada gawai sekaligus membangun kebiasaan positif di rumah.

Program Green Radio juga mengajak masyarakat melihat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Menanam sayuran di polybag bukan hanya membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga mendorong pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Melalui Beranda Astacita Green Radio, RRI mengajak masyarakat menanamkan kecintaan terhadap alam sejak dini. Dari satu polybag dan satu benih yang ditanam, lahir pembelajaran tentang kesabaran, kepedulian, gotong royong, serta pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....