Sawah Abadi Jakarta Jadi Pusat Edukasi Pertanian Kota
- 24 Jun 2026 16:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sawah abadi di Jakarta terus dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian perkotaan sekaligus sumber produksi benih padi berkualitas bagi petani. Keberadaan lahan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkenalkan proses pertanian kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memiliki kawasan sawah abadi yang berada di Cakung dan Ujung Menteng, Jakarta Timur. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk memproduksi benih unggul sekaligus menjadi sarana pembelajaran pertanian bagi generasi muda.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Iwan Indriyanto, mengatakan sawah abadi memiliki fungsi strategis dalam mendukung kebutuhan petani. Menurutnya, benih yang dihasilkan dapat disalurkan kepada kelompok tani yang terdampak bencana seperti banjir.
“Peran pemerintah di sini memberikan benih gratis kepada anggota kelompok tani untuk bisa berkelanjutan memproduksi padinya saat terkena dampak banjir ataupun kondisi tertentu,” kata Iwan dalam program Beranda Astacita RRI Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan varietas padi Ciherang menjadi salah satu benih utama yang dikembangkan di lahan tersebut. Varietas ini dipilih karena cocok dengan kondisi iklim Jakarta, tahan terhadap hama, serta memiliki masa panen yang relatif singkat.
Menurut Iwan, target produksi sawah abadi mencapai sekitar 45 ton per tahun melalui tiga kali musim tanam. Hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai gabah konsumsi, tetapi juga diolah menjadi benih yang telah melalui proses pengawasan dan sertifikasi.
“Benih yang dihasilkan harus bermutu dan berkualitas karena nantinya akan ditanam kembali oleh para petani binaan,” ujarnya.
Selain fungsi produksi, sawah abadi juga diarahkan menjadi kawasan edukasi dan agrowisata. Banyak sekolah dan perguruan tinggi memanfaatkan lokasi tersebut untuk mempelajari proses budidaya padi secara langsung.
Iwan menilai keberadaan sawah di tengah kawasan perkotaan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Pemandangan hamparan padi hijau di antara permukiman dan bangunan kota dinilai memberikan manfaat ekologis sekaligus estetika bagi warga sekitar.
Meski demikian, pengelolaan sawah abadi masih menghadapi sejumlah tantangan seperti banjir, keterbatasan irigasi, serta serangan hama dan penyakit tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas KPKP terus melakukan pendampingan, pemantauan, dan pengendalian guna menjaga produktivitas lahan.
“Kalau dikatakan untuk luas tambah tanam agak berat, tapi mempertahankan sawah yang ada merupakan tantangan yang harus dilakukan,” tutur Iwan. Ia berharap keberadaan sawah abadi tetap dipertahankan bahkan diperluas sebagai bagian dari pembangunan Jakarta yang berkelanjutan menuju usia lima abad pada tahun 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....