JAKTIRTA Project, Langkah Besar Jakarta Wujudkan Kota Tangguh Banjir
- 03 Jun 2026 17:16 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- JAKTIRTA Project menjadi proyek strategis pengendalian banjir Jakarta melalui pembangunan sistem polder, pompa, sungai, waduk, situ, dan embung.
- Proyek multiyears 2025–2027 ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampungan air sekaligus mewujudkan kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
- Keberhasilan pengendalian banjir membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendukung infrastruktur pengelolaan air.
RRI.CO.ID, Jakarta: Banjir masih menjadi tantangan yang dihadapi Jakarta dari tahun ke tahun. Curah hujan ekstrem, kiriman air dari wilayah hulu, keterbatasan kapasitas drainase, hingga penurunan muka tanah menjadi kombinasi persoalan yang membuat ibu kota harus terus beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air menghadirkan JAKTIRTA Project, sebuah proyek strategis pengendalian banjir yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan sejalan dengan semangat Asta Cita.
Dalam Dialog Interaktif "Beranda Asta Cita" bersama Diskominfotik DKI Jakarta di RRI Pro 1 Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta, Vega Fitria Mutiara Sari, ST., MT, menjelaskan bahwa JAKTIRTA Project bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Proyek yang berlangsung pada periode 2025–2027 ini mencakup pembangunan dan peningkatan sistem polder, sarana-prasarana sungai, serta pembangunan waduk, situ, dan embung. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas tampungan air sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir di berbagai wilayah Jakarta.
Sebanyak 13 lokasi pembangunan sistem tata air dan pompa, 9 lokasi pembangunan sarana-prasarana kali dan sungai, serta 3 lokasi pembangunan embung dan waduk menjadi bagian dari proyek besar ini. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan Jakarta dalam menampung dan mengalirkan air saat curah hujan tinggi.
Namun membangun kota sebesar Jakarta tentu bukan perkara mudah. Tantangan seperti jaringan utilitas bawah tanah, kondisi tanah lunak, kawasan padat penduduk, hingga proses koordinasi lintas instansi menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan secara cermat. Karena itu, pemerintah juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan agar pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat yang optimal.
Lebih dari sekadar mengurangi genangan, JAKTIRTA Project juga membawa visi baru dalam pembangunan perkotaan. Infrastruktur pengendalian banjir yang dibangun tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga dirancang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan waduk, embung, maupun kawasan penataan sungai diharapkan mampu menghadirkan nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi warga Jakarta.
Vega berharap setelah proyek ini selesai, frekuensi banjir berulang dapat berkurang secara signifikan sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. Namun keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci, mulai dari membangun sumur resapan dan biopori, memanfaatkan air hujan, menjaga kebersihan saluran air, hingga tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan waduk.
Melalui JAKTIRTA Project, Jakarta sedang menyiapkan fondasi menuju kota modern yang lebih resilien terhadap perubahan iklim. Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal membangun fisik, tetapi juga menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, sejalan dengan visi Asta Cita untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan dan ketahanan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....