ASI Eksklusif Bukan Sekadar Nutrisi, tapi Bentuk Cinta dan Perlindungan

  • 22 Mei 2026 20:44 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • ASI eksklusif selama enam bulan membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan dan lingkungan yang ramah ibu demi tumbuh kembang optimal bayi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tangisan bayi di tengah malam, rasa lelah setelah melahirkan, hingga kebingungan para ibu baru saat menyusui sering kali menjadi cerita yang jarang terlihat. Padahal, di balik proses itu, ada perjuangan besar seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, termasuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Hal inilah yang menjadi pembahasan hangat dalam program Beranda Astacita - Indonesia Sehat Pro 1 RRI Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Dipandu penyiar Dede Firdaus, dialog menghadirkan narasumber Krisna Alfani, S.Gz, Nutritionis Pertama Puskesmas Ciracas Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dalam dialog tersebut, Krisna menjelaskan bahwa ASI eksklusif bukan hanya soal makanan bayi, tetapi juga bentuk perlindungan alami yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Menurutnya, enam bulan pertama kehidupan bayi menjadi masa emas yang menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

“ASI mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi. Selain itu, ASI juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak,” ujarnya.

Namun di lapangan, tidak semua ibu dapat menjalani proses menyusui dengan mudah. Banyak ibu menghadapi tantangan, mulai dari kurangnya dukungan lingkungan, keterbatasan fasilitas menyusui, hingga tekanan psikologis setelah melahirkan.

Karena itu, Krisna menilai fasilitas kesehatan yang ramah ibu menjadi sangat penting. Kehadiran tenaga kesehatan yang suportif, ruang laktasi yang memadai, hingga edukasi yang tepat dapat membantu ibu merasa lebih tenang dan percaya diri dalam memberikan ASI eksklusif.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan tidak hanya datang dari tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. “Ibu menyusui membutuhkan support system yang kuat. Dukungan pasangan dan keluarga sangat membantu keberhasilan pemberian ASI,” katanya.

Dalam suasana dialog yang santai dan hangat, pendengar diajak memahami bahwa menyusui bukan sekadar rutinitas harian, melainkan perjalanan emosional yang penuh makna. Di balik setiap tetes ASI, ada cinta, kesabaran, dan perjuangan seorang ibu.

Melalui dialog ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa keberhasilan ASI eksklusif bukan hanya tanggung jawab ibu semata, tetapi membutuhkan dukungan bersama agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....