Ekraf Dorong Fotografer Indonesia menuju Pasar Global

  • 13 Mei 2026 13:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya dalam mendorong fotografer Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem industri fotografi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dilansir dari ekraf.go.id, pada Selasa 12 Mei 2026, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa upaya tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang mempertemukan para pegiat ekonomi kreatif mulai dari fotografer, komunitas, asosiasi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya bersama PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf Senin lalu.

"Kementerian Ekraf melihat fotografi memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif meski menghadapi banyak tantangan. Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan."

Irene menambahkan, penguatan subsektor fotografi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial semata, melainkan harus diarahkan pada perluasan akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan karya dan hak kekayaan intelektual fotografer Indonesia.

"Hal paling penting adalah bagaimana kita memperbesar pasar dan membuka akses yang lebih luas bagi fotografer Indonesia. Pemerintah ingin subsektor fotografi tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional melalui kolaborasi, promosi, dan penguatan standar profesional," tambah Irene.

Melalui gagasan Indonesia Photography Summit, PT Benih Kreasi Indonesia ingin menghadirkan forum fotografi yang mempertemukan pemerintah, kreator, komunitas, dan institusi dalam satu platform, mencakup forum diskusi, workshop, expert sharing, bazar, hingga community experience zone.

"Indonesia tidak kekurangan fotografer berbakat. Yang dibutuhkan saat ini adalah sistem yang mampu membantu mereka bertumbuh, dikenal, terlindungi, dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas. Indonesia Photography Summit diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem fotografi yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Lucia Hartanto selaku Founder PT Benih Kreasi Indonesia.

Audiensi tersebut juga membahas pentingnya adaptasi fotografer terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), peningkatan kualitas tenaga kerja kreatif, serta penguatan perlindungan hak cipta guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dan daya saing fotografer Indonesia di kancah internasional.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....