Urban Farming Solusi Lawan Stigma Tawuran dan Narkoba

  • 03 Mei 2026 09:02 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Gerakan urban farming di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, bukan sekadar urusan bercocok tanam. Bagi Ahmad Saddam (35) dan rekan-rekannya, ini adalah misi penyelamatan generasi muda dari jeratan stigma negatif lingkungan.

Berlokasi di area pembangunan waduk dan kolong tol, Saddam bersama Angga dan Pamet menginisiasi kelompok tani ini sebagai jawaban atas keresahan mereka terhadap aktivitas remaja setempat.

"Dulu imej anak muda di sini cuma kumpul-kumpul saja. Kita tidak pungkiri pergaulan remaja di sini sering dicap akrab dengan tawuran, narkoba, hingga minuman keras. Kami ingin menjauhkan mereka dari hal-hal itu melalui kegiatan positif ini," ungkap Saddam saat ditemui RRI Jakarta, Sabtu 2 Mai 2026.

Lahan yang kini hijau dengan berbagai sayuran tersebut memiliki sejarah panjang. Sebelum pembangunan jalan tol dan waduk, kawasan ini merupakan area persawahan dan rawa-rawa. Namun, seiring pembangunan infrastruktur, lahan tersebut sempat menjadi lahan tidur yang terbengkalai dan penuh urukan tanah.

Mengubah lahan urukan menjadi media tanam bukanlah perkara mudah. Saddam menceritakan bahwa timnya membutuhkan waktu hingga enam bulan hanya untuk mengolah tanah agar layak ditanami.

"Ini butuh waktu lama. Kita olah tanahnya, lalu minta bantuan pupuk kompos dari Sudin Lingkungan Hidup (LH). Ada sekitar lima truk pupuk yang didatangkan untuk memperbaiki kualitas tanah di sini," jelasnya.

Hingga saat ini, kelompok tani ini bergerak secara mandiri. Modal awal pembangunan kebun berasal dari iuran pribadi anggota dan bantuan dari teman-teman yang peduli terhadap lingkungan.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah sumber air. Meski berada tepat di samping waduk, air waduk tidak bisa digunakan untuk menyiram tanaman karena kadar garamnya yang sangat tinggi (asin).

"Kalau pakai air waduk, tanamannya besok langsung hangus. Jadi, anak-anak harus berjuang mengangkut air tawar pakai galon dari saluran di bawah kolong tol sana. Benar-benar kerja fisik," kata Saddam.

Melihat potensi yang ada, Saddam berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih, khususnya dalam hal sarana dan prasarana. Salah satu mimpi besar kelompok

ini adalah membangun greenhouse (rumah kaca).

"Harapan kami ada bantuan untuk greenhouse. Dengan adanya atap, tanaman bisa lebih terjaga dari panas ekstrem dan hama. Jadi, anak-anak makin semangat karena hasil panennya bisa lebih maksimal," tutupnya.

Aktivitas ini kini tidak hanya mengubah wajah lahan di kolong tol Cilincing, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pemuda setempat untuk tumbuh lebih produktif dan jauh dari tindak kriminalitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....