Kartini Era Digital: Risty Rustarto Dorong Perempuan Berdaya

  • 22 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Risty Rustarto menegaskan bahwa Kartini masa kini adalah perempuan yang berani mengambil peran, menghadirkan nilai, dan memberi dampak nyata di era digital.

RRI.CO.ID,Jakarta: Di tengah arus cepat dunia digital, semangat Raden Ajeng Kartini tidak lagi hadir sebagai simbol masa lalu, melainkan sebagai nilai yang terus hidup dalam sosok perempuan masa kini—yang berpikir, bergerak, dan memberi dampak.

Hal itu terasa dalam program “Beranda Astacita: Perempuan Berdaya” Pro 1 RRI Jakarta, Senin 20 April 2026, ketika Risty Rustarto hadir sebagai narasumber. Bukan sekadar berbicara, ia membawa pengalaman, perspektif, dan perjalanan yang mencerminkan wajah perempuan Indonesia hari ini.

Risty Rustarto dikenal sebagai figur publik dengan berbagai peran strategis. Ia merupakan Ketua Umum Perpina DKI Jakarta, sekaligus aktivis perempuan yang aktif mendorong pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan di berbagai ruang sosial. Di sisi lain, ia juga berkiprah sebagai presenter dan news anchor, serta menjalankan peran sebagai seorang entrepreneur.

Ragam peran tersebut tidak menjadikannya terpecah, justru memperlihatkan satu benang merah—komitmen pada pemberdayaan.

Dalam perbincangan siang itu, Risty menegaskan bahwa makna Kartini hari ini telah bergeser. Bukan lagi semata tentang membuka akses, tetapi tentang bagaimana perempuan mampu mengisi ruang yang sudah terbuka dengan kualitas, keberanian, dan kontribusi.

“Ruang itu hari ini sudah terbuka sangat luas, terutama lewat digital. Tinggal bagaimana perempuan berani mengambil peran, bukan hanya hadir, tapi juga memberi arti,” ujarnya.

Ia melihat bahwa era digital memberi peluang besar bagi perempuan untuk berkembang lintas bidang—dari ekonomi hingga kepemimpinan. Namun di saat yang sama, tantangan yang dihadapi tidak selalu kasat mata.

Menurutnya, hambatan terbesar justru sering datang dari dalam diri—keraguan, rasa tidak percaya diri, hingga kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.

“Tantangan perempuan hari ini bukan hanya soal akses, tapi soal keberanian. Berani mulai, berani tampil, dan berani percaya pada kapasitas diri,” lanjutnya.

Di tengah derasnya arus informasi, Risty juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi. Bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kesadaran untuk menghadirkan nilai dalam setiap peran yang dijalani.

“Di ruang digital, semua orang bisa terlihat. Tapi tidak semua punya nilai. Di situlah pentingnya kita hadir bukan sekadar ada, tapi membawa makna,” katanya.

Percakapan yang berlangsung di udara itu tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga refleksi. Tentang bagaimana perempuan hari ini tidak lagi berjalan sendiri, melainkan tumbuh dalam ekosistem yang saling menguatkan.

Kartini masa kini, dalam perspektif tersebut, bukanlah satu figur tunggal. Ia hadir dalam banyak wajah—perempuan yang bekerja, berkarya, memimpin, sekaligus tetap belajar.

Dan mungkin, seperti yang tergambar dalam sosok Risty Rustarto, Kartini hari ini adalah mereka yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga menjalankannya dengan tenang, konsisten, dan berdampak.

Melalui program ini, RRI kembali menegaskan perannya sebagai media publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan ruang dialog yang mendorong lahirnya perspektif, inspirasi, dan kesadaran baru di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....