DKI Siapkan Teras LA Jadi Sentra Baru UMKM Jakarta
- 13 Apr 2026 16:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan wajah baru bagi pelaku UMKM melalui pengembangan kawasan Teras Lenteng Agung (Teras LA), sebuah sentra kuliner dan fauna yang kini mulai menarik perhatian masyarakat. Berlokasi strategis di depan Stasiun Lenteng Agung, kawasan ini menjadi titik relokasi bagi para pedagang dari kawasan Barito yang terdampak penataan kota.
Pembangunan Teras LA merupakan bagian dari program penataan wilayah oleh Pemprov DKI Jakarta, khususnya terkait revitalisasi kawasan lama seperti Sentra Fauna Barito. Para pedagang yang sebelumnya tersebar di beberapa titik kini difasilitasi untuk menempati lokasi baru yang lebih tertata.
Kepala Seksi Usaha Informal Bidang UKM Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Julius Effendi mengatakan, Teras LA disiapkan khusus bagi para pedagang yang direlokasi dari pasar Barito agar lebih baik dan terorganisir. “Kami relokasi pedagang ke Teras LA sebagai solusi dari program penataan kota. Di sana kami siapkan tempat yang lebih rapi dan terorganisir,” ujar Julius. Senin, 13 April 2026.
Kawasan ini menampung sekitar 125 kios, terdiri dari 51 kios kuliner dan 74 kios fauna. Seluruh kios kuliner dilaporkan telah terisi penuh, sementara kios fauna masih menyisakan beberapa unit bagi pedagang yang ingin bergabung.
"Pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama, dengan tarif sewa selanjutnya yang relatif terjangkau," jelasnya.
Selain menjadi pusat perdagangan, Teras LA juga dirancang sebagai ruang publik multifungsi. Pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner di area makan semi-outdoor, sekaligus melihat beragam hewan seperti iguana dan sugar glider yang dijual oleh pedagang fauna.
Fasilitas pendukung seperti musholla, toilet, area parkir, hingga amphitheater turut disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung dengan akses menuju lokasi ini yang dinilai sangat mudah. Selain dapat dijangkau langsung dari Stasiun Lenteng Agung melalui jembatan penyeberangan, kawasan ini juga dilalui rute TransJakarta dan angkutan JakLingko.
Sejak diaktifkan pada akhir tahun lalu, berbagai kegiatan telah digelar untuk menarik minat masyarakat, mulai dari senam bersama, bazar UMKM, pasar murah, hingga acara komunitas. Pemerintah daerah juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Jakarta Selatan untuk turut meramaikan kawasan tersebut.
"Meski tidak semua pedagang Barito memilih pindah ke Teras LA, pemerintah memastikan tetap membuka peluang bagi pelaku UMKM lain, khususnya warga DKI Jakarta, untuk mengisi kios yang tersedia," ucap Julius.
Selebihnya Julius menjelaskan, promosi Teras LA akan terus digencarkan, baik melalui media sosial, kolaborasi dengan influencer, maupun penyelenggaraan event rutin. Pemerintah berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi baru bagi masyarakat, khususnya anak muda yang mencari alternatif tempat berkumpul.
"Syarat utama yang ditetapkan adalah kepemilikan KTP DKI Jakarta serta komitmen untuk menjalankan usaha secara langsung, bukan menyewakan kembali kios," pungkasnya.
Dengan konsep yang menggabungkan kuliner, edukasi fauna, dan ruang komunitas, Teras LA diharapkan mampu menjadi “hidden gem” baru di Jakarta Selatan, sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....