Bahaya Narkoba Mengancam Masa Depan Pelajar Sekolah
- 08 Apr 2026 11:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bahaya narkoba semakin mengancam masa depan pelajar sekolah di Indonesia. Penyuluh narkoba BNNP DKI Jakarta, Reinhardt Manalu, menegaskan bahwa berbagai jenis narkotika kini semakin mudah menjangkau kalangan siswa.
“Ini sudah ada ancaman hukumnya, bukan untuk iseng-iseng dicoba,” ujarnya saat wawancara bersama Pro 1 Jakarta dalam Progam Asta Cita, Rabu (8 April 2026).
Reinhardt menjelaskan, saat ini muncul tren baru penyalahgunaan narkotika dalam bentuk vape yang mengandung etomidate. “Etomidate itu sebenarnya obat bius untuk keperluan medis, tapi karena disalahgunakan bisa berdampak buruk bagi kesehatan,” kata Reinhardt.
Peredaran vape berisi narkotika ini sudah ditemukan di masyarakat, meskipun tidak dijual secara bebas. “Memang sudah ada diperjualbelikan, dan ditemukan di cartridge atau pod yang siap pakai,” ungkapnya.
Menurut Reinhardt, pelajar bisa terpapar narkoba baik secara sengaja maupun tidak sengaja. “Kadang-kadang memang dia sudah tahu dan secara sadar membeli, tapi ada juga yang hanya mencoba karena ditawari teman,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa faktor pergaulan menjadi penyebab utama beredarnya narkotika dikalangan pelajar. “Banyak yang awalnya karena teman, kemudian ingin mencoba. Tapi kembali lagi, harus pintar memilih teman,” ujarnya.
Dampak narkoba bagi pelajar sangat serius, terutama terhadap pendidikan. “Kalau siswa mengonsumsi narkotika, dia jadi mengantuk, malas, dan prestasinya pasti menurun,” kata Reinhardt.
Ia menambahkan, bahwa kondisi tersebut bisa berujung pada masa depan yang suram. “Nilai akademis bisa jelek, bahkan tidak lulus sekolah, dan bisa terjerat kasus hukum,” tegasnya.
Berdasarkan data penelitian, angka penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai sekitar 2,11 persen atau setara 4,15 juta jiwa. “Rentang usia 15 sampai 64 tahun, di dalamnya termasuk pelajar,” jelasnya.
Untuk pencegahan, BNN bekerja sama dengan sekolah melalui berbagai program. “Kami ada pelatihan soft skill untuk guru dan juga program pendidik sebaya agar siswa bisa saling mengedukasi,” ujarnya.
Reinhardt mengimbau pelajar untuk memiliki ketahanan diri untuk berani menolak ajakan negatif. “Jadilah pelajar yang kuat dan tangguh, berani menolak ajakan narkotika karena itu berbahaya dan merusak masa depan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....