160 Wartawan, Ikuti Retret PWI 2026
- 02 Feb 2026 16:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, JAKARTA - Kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026, secara resmi dibuka, di lokasi Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (29/01/2026).
Dikutip dari siaran persnya pada Senin, 02 Ferbuari 2026, Retret PWI tersebut diikuti sebanyak 160 peserta yang merupakan para wartawan perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini sengaja digelar sebagai upaya strategis dalam memperkuat peran insan pers dalam menjaga ketahanan informasi, demokrasi dan keamanan nasional.
Pembukaan retret dilakukan melalui upacara resmi yang dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dengan didampingi oleh Ketua Umum PWI, Akhmad Munir dan Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.
Retret PWI 2026 mengusung tema "Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi dan Keamanan Nasional".
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
"Retret PWI ini menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik," ujarnya.
Sementara itu dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan RI membacakan sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin yang menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.
“Saya menegaskan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan nasional. Dalam konteks ini, pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan menempati posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin oleh konstitusi,” tegas Menhan dalam sambutan tertulisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....