Fadli Zon: Kebudayaan Ditempatkan sebagai Modal Peradaban

  • 08 Jan 2026 14:59 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan, memasuki pekan kedua tahun 2026, Kementerian Kebudayaan mempertegas arah kebijakan nasional, dengan memosisikan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi persatuan dan modal peradaban. Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global, ketahanan budaya diyakini menjadi kunci bagi bangsa Indonesia, untuk bertahan dan maju.

Hal itu disampaikan Fadli Zon, dalam kegiatan Taklimat Media Kementerian Kebudayaan, bertajuk "Refleksi 2025, Kebijakan 2026", di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).  Menurut Fadli, kegiatan Taklimat Media itu merupakan  keterbukaan informasi, mengenai capaian tahun 2025, serta peta jalan (roadmap) kebijakan tahun 2026, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kementerian, yang kini telah berusia satu tahun lebih.

“Kebudayaan adalah kekuatan strategis yang mempersatukan. Ia bukan sekadar simbol identitas, melainkan modal peradaban yang menentukan arah Indonesia ke depan,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, penguatan sektor budaya  merupakan amanat konstitusi, sebagaimana termaktub dalam Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945, yang kemudian dielaborasi melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan. ”Pemerintah berkomitmen menjamin masyarakat dalam memelihara, dan mengembangkan nilai-nilai budayanya di tengah peradaban dunia,” kata Fadli.

Ia menyatakan, arah kebijakan Kementerian Kebudayaan tahun 2026, juga akan menyasar penguatan 10 objek pemajuan kebudayaan, mulai dari tradisi lisan, adat istiadat, hingga budaya digital. Langkah itu dipandang mendesak, mengingat dunia saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari krisis iklim, hingga fragmentasi sosial.

Fadli menekankan, bangsa yang mampu bertahan di masa depan, bukan hanya mereka yang unggul secara militer atau ekonomi, melainkan bangsa yang memiliki akar kebudayaan yang kokoh. ”Karena itu, seni pertunjukan, film, musik, hingga pangan lokal akan terus didorong, sebagai bagian dari diplomasi budaya, dan penguatan karakter bangsa,” ucapnya.

Melalui peta jalan kebijakan yang disusun, Fadli Zon berharap, kebudayaan dapat menjadi arus utama, dalam pembangunan nasional. Sehingga setiap gerak kemajuan teknologi dan ekonomi, tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang dimiliki bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....