Cegah Penyakit, Pemkot Jakbar Gelar Layanan Cek Kesehatan Gratis

  • 11 Des 2025 14:18 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Ibu Sedunia, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung di 7 titik di Jakarta Barat, dan berpusat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kesehatan.

“Layanan Cek Kesehatan Gratis ini sangat baik karena dapat menjadi sarana deteksi dini penyakut tidak menular yang saat ini masih menjadi tantangan besar di Jakarta Barat,” kata Yuli, Kamis (11/12/2025).

Yuli menegaskan, pihaknya bakal terus mendorong program-program kesehatan yang lebih inklusif dan mudah diakses untuk memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan fokus pada kegiatan preventif,” ujar Yuli.

Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Barat, Sri Mulyati mengatakan kegiatan ini menyasar sebanyak 1.000 peserta.

Ia menjelaskan, di Kantor Wali Kota Jakarta Barat menampung 250 peserta yang berasal dari Kecamatan Cengkareng dan Kembangan. Sementara enam kecamatan lainnya menggelar kegiatan di masing-masing wilayahnya.

“Di Jakarta Barat ada tujuh titik yang berpusat di Kantor Wali Kota dan sisanya di enam kecamatan. Total cakupannya 1.000 peserta,” kata Sri.

“Kalau untuk di Kantor Wali Kota ini kita menampung 250 peserta. Sementara enam kecamatan lainnya menggelar di RPTRA atau kantor kecamatan, dengan menamping kuota 125 peserta per titik,” sambungnya.

Ia menambahkan, sasaran utama kegiatan ini adalah kader PKK, Dasawisma (Dawis), dan masyarakat sekitar, terutama para ibu, sesuai dengan momentum peringatan Hari Ibu.

“Jenis pemeriksaannya menyesuaikan kategori umur peserta. Ada skrining TB, pemeriksaan gizi, hingga HPV DNA yang khusus tersedia di lokasi Wali Kota,” jelas Sri Mulyati.

Lebih jauh Sri mengatakan, jika peserta ditemukan memiliki indikasi penyakit tertuntu, pihaknya akan memberikan surat rujukan sesuai dengan prosedur kesehatan.

“Jika ditemukan penyakit, nanti akan dirujuk ke puskesmas dan selanjutnya bisa ke RSUD sesuai hasil pemeriksaan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....