Siapkan SDM Unggul, Pemerintah Kenalkan Sekolah Garuda

  • 08 Okt 2025 17:18 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) resmi memperkenalkan Sekolah Garuda. Pengenalan ini digelar serentak di 16 wilayah Indonesia pada Rabu (8/10/2025).

Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan, Sekolah Garuda disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Diharapkan, para lulusannya mampu berkompetisi dengan SDM dari berbagai negara.

“Ini adalah salah satu program dari Bapak Presiden untuk menciptakan wahana bagi anak-anak yang memiliki keinginan kuat menjadi peneliti dan industriawan unggul. Harapannya bisa mencetak SDM-SDM unggul untuk berkompetisi dengan SDM-SDM dari negara lain,” kata Brian di SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).

Program ini memiliki dua skema utama, yaitu Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol di wilayah dengan akses pendidikan yang masih terbatas. Skema kedua yaitu Sekolah Garuda Transformasi, yang dikembangkan dari SMA atau MA yang telah ada untuk memperkuat potensi unggul para siswanya.

“Siswa-siswi lulusan Sekolah Garuda diarahkan menjadi mahasiswa-mahasiswa di perguruan tinggi unggulan dunia, termasuk di Indonesia. Ada beberapa perguruan tinggi kita yang juga sudah masuk ke dalam daftar unggulan, sehingga mereka bisa menimba ilmu dari tempat-tempat yang memiliki keunggulan,” ujar Brian.

Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta, lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang diperkenalkan tahun ini berada di Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Sebanyak 12 Sekolah Garuda Transformasi meliputi SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), serta SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta).

Pada Sekolah Garuda Transformasi, Brian menjelaskan bahwa kurikulum sekolah akan diperkuat agar mampu mengoptimalkan potensi siswa menuju standar pendidikan kelas dunia. Program ini mencakup pembinaan siswa, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan manajemen sekolah.

“Kurikulumnya nggak beda, kita hanya menambahkan saja supaya mereka lebih siap berkompetisi dengan sesama lulusan SMA dari negara lain. Kita akan menyiapkan siswa agar memiliki wawasan dan kesiapan untuk berkompetisi menuju perguruan tinggi top dunia,” kata Brian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....