Keselamatan Jalan Jangan Hanya Jadi Prioritas saat Mudik
- 25 Mar 2026 14:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Asosiasi Keselamatan Jalan atau Road Safety Association (RSA) menyoroti masih lemahnya perhatian terhadap keselamatan jalan di Indonesia. RSA menilai, isu keselamatan jalan kerap menjadi sorotan pemerintah hanya pada saat musim mudik, sementara pada waktu lainnya perhatian tersebut cenderung berkurang.
Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association, Rio Octaviano mengatakan setiap musim mudik berbagai kementerian dan lembaga terlihat aktif berkoordinasi untuk memastikan kelancaran arus mudik. Para pejabat juga sering menyampaikan berbagai rencana penanggulangan kecelakaan kepada publik.
"Perhatian besar tersebut sering kali hanya berlangsung sementara. Setelah arus mudik berakhir, isu keselamatan jalan kembali meredup dan kebijakan keselamatan tidak berjalan secara konsisten sepanjang tahun," ucap Rio melalui keterangannya di Jakarta, Rabu 25 Maret 2026.
Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2025, tercatat sebanyak 158.508 kejadian kecelakaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.296 orang meninggal dunia dengan total korban terdampak mencapai 238.878 orang.
Jika dihitung dalam skala waktu, angka tersebut menunjukkan situasi yang cukup memprihatinkan. Hampir tiga orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas, atau satu orang kehilangan nyawa setiap sekitar 20 menit di jalan raya Indonesia.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 281 juta jiwa, tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas berada pada kisaran 8 hingga 9 kematian per 100 ribu penduduk. Angka ini dinilai menjadi gambaran bahwa sistem keselamatan jalan di Indonesia masih memerlukan penguatan yang lebih serius.
Data juga menunjukkan fakta menarik bahwa kecelakaan justru banyak terjadi pada kondisi jalan yang dianggap aman. Sebanyak 137.658 kecelakaan terjadi di jalan lurus, 153.930 terjadi pada permukaan jalan yang baik, dan 151.289 terjadi saat cuaca cerah.
Sementara itu, kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan didominasi oleh sepeda motor dengan jumlah 212.414 unit. Disusul kendaraan angkutan barang sebanyak 29.174 unit dan angkutan orang atau bus sebanyak 21.269 unit.
Dari sisi kepatuhan pengemudi, data menunjukkan terdapat 63.013 pelaku kecelakaan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pengemudi dengan SIM C yang tercatat 14.033 orang dan pemegang SIM A sebanyak 1.052 orang.
RSA menilai keselamatan jalan harus menjadi perhatian serius sepanjang tahun melalui pendekatan Safe System Approach, yang melibatkan berbagai sektor seperti pemerintah, sistem kendaraan yang aman, perilaku pengguna jalan, serta penanganan pasca kecelakaan. Pemerintah diharapkan dapat menjaga konsistensi kebijakan keselamatan jalan agar angka fatalitas kecelakaan dapat terus ditekan dan setiap nyawa di jalan raya dapat terlindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....