Djoko Gugat Ukuran Sukses Mudik Lebaran

  • 23 Mar 2026 17:01 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Akademisi transportasi Djoko Setijowarno menggugat paradigma kesuksesan mudik Lebaran yang selama ini hanya diukur dari kelancaran lalu lintas. Hal tersebut disampaikan dalam dialog bersama Pro 1 RRI Jakarta, Senin 23 Maret 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Djoko menilai pembangunan infrastruktur jalan tol memang meningkatkan kenyamanan perjalanan. Namun, menurutnya, kelancaran arus belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan sistem transportasi mudik.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik. Mayoritas masih menggunakan kendaraan pribadi dengan persentase mencapai hampir 70 persen.

“Ini menunjukkan ketergantungan pada kendaraan pribadi masih sangat tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan mobil pribadi dan sepeda motor masih menjadi pilihan utama pemudik.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh belum optimalnya layanan transportasi umum, terutama di daerah tujuan. Keterbatasan akses angkutan lanjutan membuat pemudik tetap mengandalkan kendaraan pribadi.

Dalam dialog itu, Djoko menegaskan bahwa indikator kesuksesan mudik perlu didefinisikan ulang. Tolok ukurnya bukan hanya kelancaran, tetapi sejauh mana terjadi peralihan ke transportasi umum.

Ia juga menyoroti fenomena “kepuasan semu” dalam survei mudik. Menurutnya, tingkat kepuasan tinggi belum tentu mencerminkan kualitas sistem transportasi yang terintegrasi.

“Kelancaran tol saat ini sudah menjadi standar minimum, bukan indikator utama keberhasilan,” tegasnya. Ia menilai survei perlu mengukur aspek integrasi dan aksesibilitas transportasi publik.

Djoko menjelaskan, keberhasilan mudik sangat bergantung pada konektivitas transportasi di daerah. Tanpa dukungan angkutan umum di tingkat lokal, masyarakat sulit beralih dari kendaraan pribadi.

Ia menambahkan, saat ini baru sebagian kecil pemerintah daerah yang mengembangkan layanan transportasi umum berbasis APBD. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam menciptakan sistem transportasi yang merata.

Di akhir dialog, Djoko mendorong pemerintah memperkuat transportasi publik secara menyeluruh. Dengan sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mudik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan dapat terwujud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....