Kasna, Nakhoda Perahu Tradisional Cilincing-Muara Gembong yang Tersisa
- 17 Mar 2026 09:26 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Menjelang musim mudik Lebaran, jalur transportasi air kembali menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menghindari kemacetan panjang di jalur darat. Salah satunya adalah rute perahu tradisional dari Muara Gembong (Bekasi) menuju Cilincing (Jakarta Utara) dan sebaliknya.
Bang Kasna (45), seorang pengemudi perahu tradisional yang telah mengabdi selama 8 tahun, membagikan kisahnya. Di hari-hari biasa, ia mengangkut hasil tambak seperti udang untuk dijual ke kawasan Cilincing. Namun, setiap musim mudik tiba, perahunya beralih fungsi menjadi angkutan andalan bagi para pemudik lokal, khususnya warga Bekasi yang bekerja di Jakarta.
"Kalau lewat darat bisa lebih dari dua jam dan rawan macet. Tapi kalau naik perahu cuma butuh waktu satu jam. Paling lama satu setengah jam kalau ada kendala cuaca," ujar Bang Kasna saT ditemui RRI Jakarta, Senin 16 Maret 2026.
Untuk menikmati perjalanan bebas macet ini, penumpang tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tarif yang dikenakan hanya Rp25.000 per orang, dan Rp25.000 untuk setiap sepeda motor yang diangkut.
Perahu Bang Kasna cukup besar, mampu menampung hingga 50 orang penumpang. Namun, untuk kapasitas sepeda motor sangat bergantung pada jumlah barang bawaan pemudik. Biasanya, ia hanya mengangkut 4 hingga 5 motor agar perjalanan tetap aman dan tidak sempit.
Dalam sehari, perahu ini hanya beroperasi satu kali perjalanan pulang-pergi (PP). Perahu berangkat dari Muara Gembong sekitar pukul 09.00 WIB pagi, dan akan kembali bertolak dari Cilincing menuju Muara Gembong pada pukul 12.30 WIB.
Meski menjadi alternatif yang efisien, ironisnya, perahu milik Bang Kasna kini menjadi satu-satunya armada yang masih beroperasi di rute tersebut. "Tadinya ada dua perahu, tapi sekarang tinggal satu karena penumpang sempat sepi," ungkapnya. Saat ini, Bang Kasna menyebut lonjakan penumpang belum terlihat dan diprediksi baru akan terjadi pada H-3 atau H-2 Lebaran.
Terkait aspek keselamatan, para pemudik tidak perlu khawatir. Bang Kasna memastikan perahunya sudah melalui pengecekan kelayakan oleh pihak Kepolisian (Polairud) dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Kapal juga telah dilengkapi dengan pelampung keselamatan. Ia pun menegaskan tidak akan memaksakan diri untuk berlayar jika cuaca sedang memburuk, seperti hujan deras atau angin kencang.
Di balik pelayanannya membantu pemudik, Bang Kasna menyimpan satu keluhan sekaligus harapan kepada pemerintah. Ia menyoroti kondisi perairan di dermaga Muara Gembong yang saat ini sangat dangkal dan belum pernah dikeruk. Kondisi ini sangat kontras dengan dermaga di Cilincing yang sudah dikeruk menggunakan alat berat sehingga aman disinggahi.
"Kalau keadaan air laut lagi surut, perahu nggak bisa merapat, kandas," keluhnya.
Bang Kasna berharap pemerintah daerah segera melakukan pengerukan lumpur dari bibir laut Muara Gembong. Menurutnya, angkutan perahu tradisional ini perlu dipertahankan karena menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat untuk menghindari kemacetan darat yang parah, terutama di musim-musim libur panjang.
"Harapan saya ini dipertahankan, karena akses jalan darat macetnya luar biasa. Tolong muaranya dikeruk biar walau air surut, perahu tetap bisa menepi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....