Penumpang Bus Berharap Fasilitas Terminal Tanjung Priok Diperbaiki

  • 16 Mar 2026 12:08 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Keberadaan ruang tunggu yang disediakan di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, tampaknya belum sepenuhnya menjadi pilihan utama para penumpang. Hingga saat ini, masih banyak penumpang yang memilih duduk lesehan atau 'ngemper' di area bawah terminal ketimbang menggunakan fasilitas ruang tunggu di lantai atas.

Hal ini salah satunya diungkapkan oleh Alfiah (30) salah seorang penumpang bus tujuan Madura yang rutin menggunakan jasa transportasi dari terminal tersebut. Saat diwawancarai, RRI Jakarta, Alfiah mengaku lebih nyaman menunggu di lantai bawah dekat armada bus terparkir demi menjaga barang bawaannya.

"Lebih enak di sini (bawah), barang-barang juga di sini ditungguin. Kalau harus naik-naik bawa barang repot, takut hilang juga," ujar Alfiah ketika ditemui RRI Jakarta.

Alfiah yang bepergian membawa anak kecil dan banyak barang bawaan—seperti pakaian dan oleh-oleh untuk keluarga di kampung—menjelaskan bahwa menunggu di bawah juga memudahkan mobilitas saat bus tiba. Menurutnya, ketika bus datang, para penumpang kerap kali harus berebut tempat untuk menaruh barang, sehingga bersiap di area bawah adalah pilihan yang paling logis.

Sayangnya, pilihan untuk menunggu di area bawah tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Alfiah mengeluhkan sangat minimnya ketersediaan kursi tunggu, sehingga penumpang terpaksa duduk di atas lantai yang kondisinya kurang bersih.

"Jarang (ada) bangku, ya begini saja duduknya. Nungguin barang-barang saja di sini. Dari tadi mau duduk bingung di mana," tambahnya.

Terkait kebersihan, Alfiah menyoroti kondisi terminal yang masih dipenuhi sampah berserakan, meski tempat sampah sebenarnya sudah disediakan. Menurutnya, kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih menjadi kendala di lapangan.

Lebih lanjut, fasilitas terminal juga dinilai belum sepenuhnya ramah anak. Asap rokok dari penumpang lain yang merokok sembarangan masih kerap ditemui di area tunggu. Beruntung, Alfiah menyebut anaknya tidak rewel meski harus berada di lingkungan yang padat dan terpapar asap rokok. Sementara untuk fasilitas toilet, ia menilai kondisinya masih sebatas standar toilet umum pada umumnya.

Sebagai pengguna rutin transportasi bus antar-provinsi, Alfiah menaruh harapan besar kepada pemerintah dan pihak pengelola Terminal Tanjung Priok agar segera melakukan evaluasi dan perbaikan.

"Harapannya kepada pemerintah, kalau bisa dibagusin lagi, ya dibagusin lagi. Terutama dikasih bangku (di area bawah) biar penumpang tidak harus duduk ngemper begini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....