Puncak Mudik Diprediksi Dua Gelombang di Terminal Tanjung Priok

  • 14 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA– Guna memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026, pihak pengelola Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah melakukan berbagai persiapan matang. Persiapan tersebut meliputi pendirian posko terpadu hingga pengetatan standar kelaikan kendaraan (ram check) dan kesehatan awak bus.

Dalam wawancara RRI Jakarta kepada Kepala Stasiun Tanjung Priok Sandi menyatakan bahwa serangkaian ram check telah dimulai secara intensif.

"Persiapan di Tanjung Priok, kita sudah melakukan ram check sejak kemarin untuk mengecek kelayakan kendaraan demi keselamatan para penumpang," ujar Sandi. Rabu 10 Maret 2026.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mendirikan posko terpadu yang melibatkan kolaborasi dari Kepolisian, TNI, Pramuka, Kementerian Kesehatan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

Terminal Tanjung Priok yang diperkirakan mampu menampung kapasitas hingga 1.000 penumpang ini juga telah menyiagakan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu yang nyaman, fasilitas ibadah (musala), hingga posko kesehatan.

Pihak terminal menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi armada yang tidak layak jalan. Setiap bus yang akan diberangkatkan wajib melewati inspeksi menyeluruh. Pengecekan meliputi sistem pengereman, lampu, wiper, lampu sein, hingga kondisi ban.

Selain mesin, fasilitas keselamatan darurat di dalam kabin juga menjadi sorotan utama.

"Kita cek penunjang seperti pemecah kaca, pintu darurat, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ada beberapa bus yang pemecah kacanya kurang dari standar minimal tiga buah, dan kita periksa juga masa kedaluwarsa APAR-nya," jelasnya.

Tak hanya kelayakan kendaraan, kondisi fisik para pengemudi juga menjadi prioritas. Setiap sopir yang hendak berangkat diwajibkan menjalani tes kesehatan dan tes urine. Pemeriksaan meliputi cek gula darah, kolesterol, dan indikasi penggunaan obat terlarang.

"Jika kondisinya kurang baik atau tidak sehat, dilarang beroperasi dan sopirnya harus diganti," tegas petugas tersebut.

Terkait lonjakan penumpang, pihak terminal memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan jatuh pada tanggal 13 hingga 14, sedangkan lonjakan tertinggi diprediksi terjadi pada tanggal 17 dan 18. Hal ini sejalan dengan mulainya masa libur cuti bersama bagi pegawai pemerintahan dan pekerja kantoran.

Menutup wawancara, pihak pengelola Terminal Tanjung Priok memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

"Bagi pemudik, jangan lupa mengecek kembali kondisi rumah sebelum pergi, matikan kompor dan listrik. Titipkan rumah dan pamit kepada tetangga atau petugas keamanan setempat. Selain itu, demi keamanan selama di perjalanan, hindari memakai perhiasan mencolok yang dapat mengundang tindak kejahatan," pesannya.

Dengan persiapan fisik kendaraan yang ketat, pengecekan awak bus, serta ketersediaan fasilitas terpadu, Terminal Tanjung Priok berharap angkutan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....