PLN Pastikan Infrastruktur Kendaraan Listrik Aman jelang Lebaran

  • 13 Mar 2026 12:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Idulfitri 2026, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) aman di jalur utama Jawa Timur. Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto bersama jajaran Direktorat Retail dan Niaga melakukan pengecekan langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang koridor Surabaya hingga Banyuwangi.

Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan layanan pengisian kendaraan listrik siap mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Jalur Jawa Timur dinilai menjadi koridor penting bagi pengguna kendaraan listrik yang melanjutkan perjalanan menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

“Koridor Jawa Timur menjadi jalur penting bagi pengguna kendaraan listrik yang melanjutkan perjalanan menuju Bali. Karena itu, pengecekan dilakukan di sejumlah titik strategis yang sering menjadi lokasi singgah pengguna kendaraan listrik,” kata Adi melalui keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.

Perjalanan pengecekan tersebut dimulai dari SPKLU Center UP3 Surabaya Selatan yang menjadi salah satu fasilitas pengisian kendaraan listrik dalam pengembangan konsep SPKLU Center PLN. Di lokasi ini, Adi meninjau langsung fasilitas pengisian sekaligus memastikan kesiapan petugas yang akan melayani pelanggan selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Menurut Adi, pengecekan ini tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis fasilitas pengisian. Dalam kunjungannya di beberapa titik SPKLU, ia juga menyempatkan diri menyapa pelanggan yang sedang melakukan pengisian baterai kendaraan listrik, berdialog dengan mereka, serta memberikan semangat kepada petugas PLN yang berjaga.

Ia menegaskan bahwa PLN ingin memastikan perjalanan pengguna kendaraan listrik menuju kampung halaman dapat berlangsung aman dan nyaman. Dengan kesiapan infrastruktur SPKLU di jalur strategis serta dukungan petugas di lapangan, PLN berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan tanpa khawatir terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Dalam kesempatan tersebut, Adi juga berbincang dengan sejumlah pelanggan yang sedang mengisi daya kendaraan listrik. Ia mengapresiasi semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

“Saya bangga melihat anak-anak muda yang sudah menggunakan kendaraan listrik karena peduli terhadap lingkungan,” ujar Adi.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Ahmad Mustaqir menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Pulau Jawa.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini PLN UID Jawa Timur telah menyiapkan ratusan fasilitas pengisian kendaraan listrik di berbagai titik strategis.

“Di Jawa Timur saat ini sudah tersedia sekitar 297 unit SPKLU di 158 lokasi, termasuk di sepanjang jalur Trans Jawa yang menjadi rute utama perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan pengisian daya, PLN juga mengembangkan konsep SPKLU Center yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung bagi pengguna kendaraan listrik. Fasilitas ini memungkinkan pengguna beristirahat sejenak sambil menunggu proses pengisian baterai kendaraan.

“Pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian bisa beristirahat sejenak sambil menikmati fasilitas yang tersedia, sehingga pengalaman pengisian menjadi lebih nyaman,” kata Mustaqir.

Salah satu titik penting yang juga dipastikan kesiapannya adalah SPKLU Rest Area Travoy 792A Gempol–Pasuruan. Rest area tersebut menjadi lokasi strategis bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh di Pulau Jawa.

PLN juga telah menyiapkan sistem siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri dengan petugas yang bekerja dalam beberapa shift agar layanan SPKLU dapat beroperasi tanpa gangguan.

“Kami telah menyiapkan sistem siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri dengan petugas yang bekerja dalam beberapa shift agar layanan SPKLU tetap beroperasi tanpa gangguan,” ujarnya.

Di salah satu titik SPKLU, Adi juga berdialog dengan pengguna kendaraan listrik bernama Yoga yang sedang melakukan pengisian daya sebelum melanjutkan perjalanan. Yoga mengaku telah menggunakan kendaraan listrik selama lebih dari satu tahun dan merasakan manfaat signifikan, terutama dari sisi efisiensi biaya operasional.

“Kalau dibandingkan dengan mobil konvensional, kendaraan listrik ini jauh lebih irit,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik juga semakin baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya jumlah pengisi daya masih terbatas, kini fasilitas tersebut semakin mudah ditemukan di berbagai titik perjalanan.

“Dulu kendalanya memang jumlah charger masih terbatas, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Di banyak tempat istirahat sudah ada,” kata Yoga.

Untuk menambah kenyamanan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung di beberapa lokasi SPKLU. Salah satunya adalah area dapur sederhana yang memungkinkan pengguna menyiapkan makanan ringan seperti mie instan atau kopi sambil menunggu proses pengisian kendaraan listrik.

Petugas PLN juga disiagakan selama 24 jam dalam tiga shift untuk memastikan pelayanan berjalan lancar selama periode mudik Lebaran. Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN berharap pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....