Kekeringan di Aceh Besar, BPBD Salurkan 3 Juta Lebih Liter Air

  • 07 Agt 2024 04:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Aceh Besar Ridwan Jamil kepada Pro 3 RRI mengatakan untuk mengatasi kekeringan melanda Aceh Besar, BPBD terus menyalurkan air bersih. Namun dikarenakan luasnya wilayah yang terdampak, BPBD memprioritakan wilayah yang paling membutuhkan air.

BPBD memprioritaskan penyaluran air di dua kecamatan yaitu Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Peukan Bada. "Sejak tanggal 4 juni yang lalu statusnya siaga darurat kekeringan dan sudah 3,856,500 liter air disalurkan di dua kecamatan," katanya, Selasa, (6/8/24).

Menurutnya kekeringan ini tidak bisa diprediksi sampai kapan. Informasi dari BMKG setelah pengamatan 180 titik di Provinsi Aceh, khusus di Kecamatan Lhoknga dan Peukan Bada tidak diguyur hujan. "Kalaupun ada hujan hanya hujan rintik saja," jelasnya.

Dijelaskannya, kekeringan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan keringnya lahan pertanian. "Ada beberapa tempat kemungkinan besar gagal panen," ujarnya.

Ridwan mengatakan, Dinas Pertanian menyediakan pompanisasi di beberapa lokasi. Ada dua model pompanisasi. Pertama, model untuk mengambil air dari tempat yang tersedia air disalurkan ke sawah. Kedua, model pompanisasi dalam bentuk sumur bor.

"Namun, di saat kondisi seperti ini sepertinya kurang maksimal, kurangan air masih dirasakan petani kita," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, sungai-sungai dan sumber air lainnya sudah mengering. Sementara untuk mengatisipasi gagal panen kendalanya adalah tidak bisa menyalurkan air secara serentak ke semua lahan pertanian. "Kendala ini sudah dikoordinasikan ke Dinas Pengairan, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian. Nantinya akan diusahakan membagi jalur air ke lahan-lahan pertanian," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....