Karhutla Kotawaringin Timur Meluas, BPBD Catat 268 Titik Panas

  • 06 Agt 2026 16:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat terdapat 268 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan kondisi tersebut membuat petugas bekerja lebih keras. Pemadaman melalui udara terus dilakukan karena penanganan darat mulai kewalahan.

"Siang ini terdapat 268 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Water bombing dari BNPB terus dilakukan karena pemadaman darat sudah kewalahan," ujarnya kepada Pro3 RRI, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Multazam menjelaskan operasi modifikasi cuaca sempat dilakukan beberapa hari sebelumnya. Namun, upaya itu kini dihentikan karena tidak tersedia potensi awan hujan.

Menurutnya, kebakaran semakin sulit dikendalikan akibat angin kencang dan kondisi lahan yang sangat kering. Keterbatasan sumber air serta lokasi kebakaran yang jauh turut memperberat proses pemadaman.

BPBD menyebut sebagian besar kebakaran dipicu aktivitas pembukaan lahan saat musim kemarau. Luas lahan yang terbakar kini umumnya mencapai lebih dari tiga hektare.

"Anginnya cukup kencang dan lahannya sangat kering. Sumber air juga terbatas sehingga api cepat meluas," katanya.

Selain pemadaman, BPBD terus menjalankan patroli darat dan udara di wilayah rawan kebakaran. Masyarakat juga dilibatkan melalui edukasi serta upaya pencegahan sejak awal musim kemarau.

Asap kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama transportasi darat. Pada pagi hari, jarak pandang di beberapa lokasi hanya berkisar 200 hingga 300 meter.

Di sektor pangan, Dinas Pertanian menunda musim tanam ketiga hingga datangnya musim hujan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.

"Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Jangan sampai kita merusak lingkungan dengan membuka lahan menggunakan api," ucap Multazam. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....