Mengenal Kecanggihan James Webb Space Telescope
- 29 Agt 2024 08:35 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Gambar di atas bukan lah buatan Artificial Intelligence, namun hasil citra satelit dari telskop. Pernahkah anda membayangkan, secanggih apa teleskop yang digunakan untuk mengambil gambar Carina Nebula ini?
Adalah teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), alat canggih yang dirancang untuk melihat alam semesta dalam cahaya inframerah. Fitur tersebut memungkinkan teleskop ini untuk menembus awan debu dan melihat objek-objek yang jauh yang sering kali tidak terlihat oleh teleskop biasa yang bekerja dengan cahaya tampak. Karena JWST berfokus pada cahaya inframerah, teleskop ini bisa mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi di dalam galaksi, area di mana bintang-bintang baru terbentuk, bahkan planet-planet di luar tata surya kita. Cahaya inframerah punya kemampuan unik untuk menembus awan debu, sehingga kita bisa mempelajari proses terbentuknya bintang, sistem planet, dan bahkan alam semesta di masa awal.
Cermin utama JWST sangat besar, dengan diameter 6,5 meter—jauh lebih besar daripada cermin Teleskop Hubble yang hanya 2,4 meter. Cermin ini terdiri dari 18 bagian berbentuk heksagonal yang terbuat dari berilium dan dilapisi emas tipis. Cermin-cermin ini bekerja bersama untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya ke instrumen teleskop, sehingga JWST bisa menangkap sinyal yang sangat lemah dari objek-objek yang sangat jauh dan kuno di alam semesta. Karena cerminnya yang besar, teleskop ini sangat sensitif dan bisa melihat objek-objek yang sebelumnya tidak mungkin terlihat.
Agar JWST bisa bekerja dengan baik dalam mengamati cahaya inframerah, suhu teleskop ini harus dijaga sangat dingin. Untuk itu, JWST dilengkapi dengan pelindung matahari yang sangat besar dan terdiri dari lima lapisan bahan khusus bernama Kapton. Pelindung ini melindungi teleskop dari panas Matahari, Bumi, dan Bulan, memastikan bahwa teleskop tetap dingin di sekitar -223°C. Dengan suhu serendah ini, JWST bisa mendeteksi cahaya inframerah lemah yang berasal dari objek-objek jauh.
JWST punya beberapa instrumen canggih, masing-masing dengan tugas khusus. Ada kamera inframerah yang disebut NIRCam yang menangkap gambar-gambar dengan resolusi tinggi di rentang inframerah dekat. Ada juga spektrograf inframerah yang disebut NIRSpec yang menganalisis cahaya dari objek jauh untuk mengetahui komposisi, suhu, dan pergerakannya. Selain itu, ada instrumen inframerah tengah bernama MIRI yang mengamati objek yang lebih dingin, seperti galaksi jauh dan wilayah tempat bintang-bintang baru terbentuk. JWST juga dilengkapi dengan sensor panduan yang sangat presisi dan instrumen lain yang membantu teleskop untuk tetap terarah dengan tepat.
JWST ditempatkan di titik Lagrange kedua (L2), sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Lokasi ini sangat ideal karena memberikan pandangan yang jelas dan stabil ke luar angkasa, jauh dari bayangan Bumi. Setelah diluncurkan pada 25 Desember 2021, JWST menjalani serangkaian proses rumit untuk membuka pelindung matahari dan menyusun cerminnya. Semua ini diikuti dengan penyelarasan cermin dan kalibrasi instrumen yang sangat hati-hati untuk memastikan teleskop berfungsi dengan maksimal.
Misi JWST adalah menjawab beberapa pertanyaan terbesar dalam astronomi. Teleskop ini akan mempelajari bagaimana bintang dan galaksi pertama terbentuk setelah Big Bang, mengamati proses kelahiran bintang dan sistem planet baru, menyelidiki atmosfer planet di luar tata surya untuk mencari tanda-tanda kehidupan, serta mempelajari bagaimana galaksi berkembang selama miliaran tahun. JWST diharapkan bisa membawa kita pada pemahaman baru tentang alam semesta, termasuk asal-usulnya, strukturnya, dan kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....