Kenapa ya, di atas awan masih ada awan?
- 06 Apr 2024 13:16 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Beredar di sosial media, seorang pengguna akun Facebook bernama Para, membagikan sebuah photo di grup Anda Bertanya Sains Menjawab, Kamis (4/4/2024).
Para mempertanyakan Kenapa ada Awan di atas awan. Diakui, Para menyaksikan ini saat naik pesawat dan pesawat pada ketinggian mencapai di atas awan.
Pada wikipedia.org, dijelaskan bahwa:
1. Ada dua jenis awan, yaitu awan Cirrus dan awan cumulonimbus.
a. Awan Cirrus merupakan awan tinggi yg tampak halus dan tipis, secara alami awan ini terbentuk di ketinggian antara 4.000 - 20.000 mdpl.
b. Awan Cumulonimbus termasuk awan vertikal yg menjulang tinggi, menempati ketinggian rendah hingga tinggi di troposfer, terbentuk pada ketinggian 200 - 4.000 meter, dgn puncak tertinggi bisa mencapai 20.000 meter.
2. Awan- awan ini terpisah karena posisi tempat dan jenis pembentukannya berbeda.
Awan Cirrus merupakan awan tinggi yang berada paling atas troposfer, terbuat dari kristal es dan tidak membentuk hujan karena kristal-kristal ini akan hilang, meleleh, dan menguap ketika jatuh melalui udara hangat dan kering.
Sedangkan Cumulonimbus itu awan vertikal (ada di bagian bawah, tengah, dan atas) karakternya lebih padat karena terbentuk dari air yg mengembun di troposfer bawah dan terangkat oleh arus udara apung yang kuat. Tapi tergantung posisi dan kondisi udaranya juga, beberapa jenis awan terkadang bisa bergabung.
3. Awan Cumulonimbus ketika mengalami proses konveksi dan pengangkatan oleh arus udara, uap air yang mencapai bagian atas akan berubah menjadi kristal es, salju atau groupel, di mana interaksi yang terbentuk akan menyebabkan hujan es dan membentuk petir, selain petir dan es, awan ini juga bisa menghasilkan cuaca buruk lainnya, seperti badai, hujan angin, bahkan tornado.
Sebagai tambahan informasi, awan ini juga lah yang menjadi bahaya paling penting dalam transportasi penerbangan, karena sering terjadinya turbulensi udara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....